Komitmen Kemkominfo: Konektivitas NTT Tak Hanya Soal Sinyal, tapi Jembatan Digital
Kementerian Kominfo berkomitmen untuk mengembangkan pemanfaatan konektivitas di NTT, tak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pemanfaatan konektivitas di Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak sekadar menghadirkan sinyal internet, melainkan juga memastikan masyarakat dapat menggunakannya secara optimal. Hal ini disampaikan Menteri Kominfo, Meutya Hafid, bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (19/3).
Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan digitalisasi di NTT, khususnya sektor pariwisata, UMKM, dan layanan kesehatan berbasis telemedisin. "Kita ingin internet di NTT bukan hanya sekadar sinyal yang tersedia, tetapi benar-benar menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital," tegas Menkominfo Meutya Hafid. Komitmen ini menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif.
Data Kominfo menunjukkan cakupan layanan 4G di NTT telah mencapai 98,59 persen. Namun, masih ada sekitar 1.051 kilometer persegi wilayah yang belum terjangkau. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan jaringan fiber optik guna pemerataan akses internet, khususnya di daerah terpencil. Selain itu, program literasi digital gencar dijalankan untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan internet secara positif.
Percepatan Digitalisasi di NTT: Jembatan Menuju Layanan Publik yang Lebih Baik
Pemerintah pusat dan daerah sepakat untuk mempercepat digitalisasi di NTT. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut positif dukungan pemerintah pusat dalam hal pemerataan akses internet dan penyediaan literasi digital. Ia melihat potensi besar digitalisasi untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat NTT.
Dengan akses internet yang lebih merata, diharapkan anak-anak dapat mengakses pendidikan yang lebih baik, UMKM dapat memperluas pasar, dan layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat NTT tidak tertinggal dalam era digital ini," ujar Gubernur Laka Lena.
Salah satu fokus utama pengembangan digitalisasi di NTT adalah layanan telemedisin. Layanan ini diharapkan dapat memberikan akses kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat di daerah terpencil, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. BPJS Kesehatan bahkan siap menjadikan NTT sebagai proyek percontohan telemedisin.
Tantangan dan Solusi Digitalisasi di NTT
Meskipun cakupan 4G sudah tinggi, masih ada tantangan dalam pemerataan akses internet di NTT. Wilayah yang belum terjangkau membutuhkan pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik yang lebih masif. Selain itu, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dan produktif.
Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi tantangan ini melalui pembangunan infrastruktur dan program literasi digital yang terintegrasi. Dengan demikian, konektivitas di NTT tidak hanya sekadar menyediakan akses internet, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk memanfaatkannya secara optimal dalam berbagai sektor kehidupan.
Program literasi digital ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan internet yang bertanggung jawab dan produktif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memanfaatkan internet untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar untuk hiburan semata. "Digitalisasi tidak hanya soal membangun jaringan, tetapi juga tentang membangun pemahaman," kata Menkominfo.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan digitalisasi di NTT dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Program telemedisin, misalnya, dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Ke depan, pemanfaatan teknologi digital di NTT diharapkan dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat.