1.600 Warga Indonesia di Brunei Raya Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan
Ribuan warga Indonesia di Brunei Darussalam merayakan Idul Fitri 1446 H dengan khidmat di KBRI Bandar Seri Begawan, termasuk kunjungan ke Istana Nurul Iman atas undangan Sultan.

Pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar 1.600 warga Indonesia di Brunei Darussalam berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, menandai puncak perayaan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Perayaan ini menjadi momen penting bagi warga Indonesia yang berada jauh dari tanah air untuk tetap merasakan kebersamaan dan semangat Idul Fitri.
Perayaan Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan diawali dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diikuti oleh ratusan jemaah. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan shalat tersebut. Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Achmad Ubaedillah, turut hadir dan menyampaikan sambutan yang mengobati kerinduan para jemaah akan kampung halaman. "Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan Shalat Ied berjamaah pagi hari ini dengan penuh kemenangan. Mudah-mudahan suasana shalat berjamaah seperti ini dapat mengobati rasa rindu kita terhadap kampung halaman kita," ujar Dubes Ubaedillah.
Setelah shalat Idul Fitri, acara dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Mikdar Rusdi, seorang diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Dalam khutbahnya, Mikdar Rusdi menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai keimanan dan amal ibadah yang telah dijalankan selama bulan Ramadhan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjadi manusia yang bertakwa dan berkepribadian mulia, melanjutkan semangat Ramadhan di bulan-bulan berikutnya.
Khutbah Idul Fitri dan Makna Keberlanjutan Ibadah
Khutbah Idul Fitri yang disampaikan Mikdar Rusdi berfokus pada pentingnya keberlanjutan ibadah dan amal saleh yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Beliau menyampaikan pesan agar semangat ketakwaan dan kebaikan yang telah tertanam selama bulan suci tersebut tidak hanya bersifat sementara, melainkan terus dijaga dan ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk membentuk karakter yang mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mikdar Rusdi juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan dan memperkuat rasa kebersamaan, sebagai bagian dari nilai-nilai Idul Fitri yang sesungguhnya. Pesan ini sangat relevan bagi warga Indonesia di Brunei Darussalam yang merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Usai khutbah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan halal bihalal, mempererat tali silaturahmi antar warga Indonesia di Brunei Darussalam. Acara ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk saling bermaaf-maafan dan memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan Idul Fitri.
Kunjungan ke Istana Nurul Iman
Setelah perayaan Idul Fitri di KBRI, Duta Besar Ubaedillah dan istri menghadiri undangan Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman. Setiap tahun, Sultan Hassanal Bolkiah menggelar open house pada Hari Raya Idul Fitri, mengundang para pejabat tinggi Brunei dan perwakilan negara asing untuk merayakan hari raya bersama-sama. Undangan ini merupakan kehormatan bagi KBRI dan seluruh warga Indonesia di Brunei Darussalam.
Tradisi open house di Istana Nurul Iman ini menjadi simbol keakraban dan toleransi antar umat beragama di Brunei Darussalam. Hal ini menunjukkan bahwa Brunei Darussalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan dalam keberagaman.
Kehadiran Dubes Ubaedillah dan istri di Istana Nurul Iman semakin memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Brunei Darussalam. Kunjungan ini juga menjadi representasi dari partisipasi aktif Indonesia dalam perayaan Idul Fitri di Brunei Darussalam.
Penetapan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025 di Brunei Darussalam dilakukan setelah dilakukan pengamatan hilal di lima lokasi di wilayah Brunei. Hasil pengamatan ini disahkan oleh Ketua Hakim Syarie, disaksikan oleh Mufti Kerajaan dan pejabat-pejabat terkait. Penetapan ini sama dengan di Indonesia dan sebagian besar negara Muslim di dunia, menunjukkan kesamaan dalam penentuan awal bulan Syawal.
Perayaan Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan tahun ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan keimanan warga Indonesia di negeri jiran. Meskipun jauh dari tanah air, mereka tetap dapat merasakan kehangatan dan makna Idul Fitri yang sesungguhnya.