179.576 Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatera di H2 Lebaran: Lonjakan Signifikan di Beberapa Ruas
Lonjakan signifikan lalu lintas kendaraan terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera pada H2 Lebaran 2025, mencapai 179.576 kendaraan dengan peningkatan persentase yang bervariasi di setiap ruas tol.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan lonjakan signifikan lalu lintas kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada H2 Lebaran, Selasa, 1 April 2025. Sebanyak 179.576 kendaraan tercatat melintasi JTTS, menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan hari biasa. Laporan ini disampaikan EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, di Jakarta pada Rabu. Peningkatan ini terjadi di berbagai ruas tol, namun dengan persentase yang bervariasi, menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol sebagai jalur mudik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan kualitas infrastruktur jalan tol dan upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan akses bagi pemudik. Data yang dirilis Hutama Karya memberikan gambaran detail mengenai distribusi lalu lintas di berbagai ruas tol Trans Sumatera.
Adjib Al Hakim juga menekankan komitmen Hutama Karya dalam memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan para pemudik di JTTS. Pernyataan ini menunjukkan fokus perusahaan pada kepuasan pelanggan dan upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. Data lengkap mengenai volume lalu lintas di setiap ruas tol memberikan informasi yang berharga bagi perencanaan infrastruktur dan manajemen lalu lintas di masa mendatang.
Distribusi Lalu Lintas di Ruas Tol Trans Sumatera
Data yang dirilis Hutama Karya menunjukkan peningkatan yang signifikan di beberapa ruas tol. Tol Indrapura - Kisaran misalnya, mencatat peningkatan sebesar 234,38 persen dengan total 25.018 kendaraan. Sementara itu, Tol Binjai - Langsa (Binjai - Pangkalan Brandan) juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu 262,3 persen dengan total 26.029 kendaraan. Lonjakan lalu lintas ini menunjukkan tingginya volume kendaraan yang memanfaatkan ruas tol tersebut selama periode mudik Lebaran.
Sebaliknya, beberapa ruas tol justru mengalami penurunan lalu lintas. Tol Pekanbaru - XIII Koto Kampar misalnya, mencatat penurunan sebesar 213,41 persen. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya jalur alternatif atau pembatasan lalu lintas di area tertentu. Perbedaan signifikan dalam persentase peningkatan atau penurunan ini menunjukkan pentingnya analisis lebih lanjut untuk memahami pola perjalanan pemudik dan kebutuhan infrastruktur di masa mendatang.
Rincian volume lalu lintas di berbagai ruas tol lainnya juga menunjukkan tren yang beragam. Tol Terbanggi Besar - Kayu Agung mencatat 22.407 kendaraan dengan peningkatan 79,87 persen, sedangkan Tol Palembang - Indralaya - Prabumulih mencatat 24.264 kendaraan dengan peningkatan 133,15 persen. Data ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai distribusi lalu lintas di seluruh jaringan JTTS selama periode mudik Lebaran.
Lalu Lintas di Ruas Tol Fungsional
Selain ruas tol operasional, Hutama Karya juga melaporkan data lalu lintas di ruas tol fungsional. Total 15.907 kendaraan tercatat melintasi ruas tol fungsional, terdiri dari 9.602 kendaraan di Tol Pekanbaru - Padang (Padang - Sicincin), 4.106 kendaraan di Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum - Padang Tiji), dan 2.199 kendaraan di Tol Palembang - Betung (Kramasan - Pangkalan Balai).
Data ini menunjukkan bahwa ruas tol fungsional juga memainkan peran penting dalam mendukung kelancaran arus mudik. Meskipun masih dalam tahap fungsional, ruas-ruas tol ini mampu menampung volume kendaraan yang cukup signifikan. Keberadaan ruas tol fungsional ini memberikan alternatif jalur bagi pemudik dan membantu mengurangi kepadatan di ruas tol operasional.
Penggunaan ruas tol fungsional ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur jalan tol di Indonesia dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Keberhasilan dalam mengelola lalu lintas di ruas tol fungsional ini menjadi bukti dari upaya pemerintah dan pihak terkait dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan transportasi di Indonesia.
Secara keseluruhan, data lalu lintas di JTTS selama H2 Lebaran 2025 menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa ruas tol, namun dengan variasi yang cukup besar di setiap ruas. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi pengelolaan lalu lintas yang adaptif dan responsif terhadap dinamika arus mudik. Komitmen Hutama Karya dalam memberikan pelayanan terbaik menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan para pemudik.