90% Usaha Perikanan Benoa Patuh Program BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Bali menyatakan 90% dari 58 usaha perikanan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, patuh mendaftarkan awak kapal mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, namun masih ada potensi besar perluasan kepesertaan.

BPJS Ketenagakerjaan Banuspa laporkan kemajuan pesat dalam perlindungan jaminan sosial pekerja perikanan di Pelabuhan Benoa, Bali. Dari total 58 usaha perikanan, sekitar 90 persennya telah mendaftarkan awak kapal mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, Agus Theodorus Parulian Marpaung, di Denpasar, Jumat lalu (24/1).
Marpaung menjelaskan, sebagian besar perusahaan perikanan di Benoa menunjukkan komitmen tinggi dengan mendaftarkan anak buah kapal (ABK) mereka begitu dipekerjakan. Ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sektor maritim.
Meskipun capaian ini patut diapresiasi, masih ada sekitar 10 persen usaha perikanan yang belum sepenuhnya patuh. BPJS Ketenagakerjaan kini fokus pada upaya perluasan cakupan perlindungan kepada sisa pelaku usaha tersebut. Strategi yang dijalankan meliputi sosialisasi dan edukasi intensif kepada asosiasi dan komunitas nelayan.
Untuk mempermudah proses pendaftaran, BPJS Ketenagakerjaan menempatkan agen Perisai di Pelabuhan Benoa. Agen ini bertugas membantu para pelaku usaha perikanan dalam mendaftarkan ABK mereka dan memberikan informasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain kepatuhan perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong agar seluruh ABK terdaftar, terutama saat mereka sedang melaut. Ke depannya, pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan akan diintegrasikan dengan persyaratan izin berlayar, sehingga menjadi syarat wajib bagi setiap ABK.
Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menunjukkan potensi besar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Terdapat sekitar 2.000 pekerja di sektor pengolahan ikan dan diperkirakan 13.000-15.000 awak kapal penangkap ikan di Pelabuhan Benoa. Total perusahaan mencapai 58 unit dengan sekitar 600-700 kapal.
Saat ini, tercatat 23.900 nelayan dan ABK di Bali telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun, berdasarkan data BPS, potensi pekerja sektor perikanan dan nelayan di Bali mencapai 250.000 orang. Artinya, masih ada peluang besar untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, khususnya bagi pekerja bukan penerima upah (BPU).
Program BPJS Ketenagakerjaan terbuka bagi BPU seperti nelayan, pedagang, petani, dan ojek online, dengan iuran mulai dari Rp16.800 per bulan. Dengan iuran terjangkau ini, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan akses perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di Indonesia, termasuk di sektor perikanan.