ABK Kapal Italia Alami Stroke di Perairan Banten, Dievakuasi Tim SAR
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten berhasil mengevakuasi seorang ABK kapal MV Grande California asal Italia yang mengalami stroke di perairan Suralaya, Serang.

Pada Senin, 24 Maret 2024, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten berhasil melakukan evakuasi medis terhadap seorang anak buah kapal (ABK) dari kapal MV Grande California, sebuah kapal kargo berbendera Italia. Insiden ini terjadi di perairan Suralaya, Kabupaten Serang, Banten. ABK tersebut, Andrea Rizzo (26), warga negara Italia, tiba-tiba mengalami gejala stroke dua kali dalam kurun waktu delapan jam, mulai Minggu malam pukul 20.00 WIB.
Informasi mengenai kondisi darurat tersebut diterima Kantor SAR Banten melalui surel dari MV Grande California pada pukul 03.51 WIB. Dengan sigap, tim SAR Banten langsung memberangkatkan KN SAR Tetuka untuk melakukan evakuasi. Jarak tempuh sekitar 10 mil laut (NM), atau kurang lebih 60 menit perjalanan laut, berhasil diatasi meskipun kondisi cuaca dan gelombang laut cukup tinggi.
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme tim SAR Banten dalam menghadapi situasi darurat di laut. Evakuasi medis yang cepat dan tepat menjadi kunci keberhasilan menyelamatkan nyawa ABK tersebut. Proses evakuasi ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara pihak kapal dan tim SAR.
Evakuasi Darurat di Tengah Gelombang
Tim KN SAR Tetuka berhasil mencapai MV Grande California pada pukul 07.15 WIB dan segera melakukan evakuasi terhadap Andrea Rizzo. Proses evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil dievakuasi pada pukul 08.00 WIB dalam kondisi selamat. Rizky Dwianto, Kepala Subseksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menghalangi proses evakuasi.
Setelah berhasil mengevakuasi korban, KN SAR Tetuka langsung menuju Dermaga Bandar Bakau Jaya Bojonegara. Pada pukul 09.15 WIB, KN SAR Tetuka telah bersandar di dermaga dan menyerahkan Andrea Rizzo kepada Balai Karantina Kesehatan Banten untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Selanjutnya, ABK tersebut dibawa ke RS Siloam untuk penanganan lebih intensif.
Keberhasilan evakuasi ini juga berkat kerjasama yang baik antar instansi terkait. Koordinasi yang efektif antara Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, Balai Karantina Kesehatan Banten, dan RS Siloam memastikan Andrea Rizzo mendapatkan penanganan medis yang tepat dan cepat.
Penanganan Pasca Evakuasi dan Penutupan Operasi
Setelah berhasil dievakuasi dan diserahkan ke pihak medis, operasi search and rescue dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi evakuasi kembali ke kesatuannya masing-masing. Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan kesiapsiagaan tim SAR dalam memberikan pertolongan kepada para ABK yang mengalami kesulitan di laut.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak terkait dalam menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang. Perlu adanya peningkatan sistem komunikasi dan koordinasi yang lebih baik untuk memastikan respon yang cepat dan efektif terhadap situasi darurat di laut.
Kecepatan respon dan koordinasi yang baik antar instansi terkait menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menghadapi situasi darurat di laut, demi keselamatan para ABK.
Evakuasi Andrea Rizzo menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi tim SAR dalam memberikan pertolongan kepada siapa pun yang membutuhkan, kapan pun dan di mana pun.