Aman! Kapolri Pastikan Tak Ada Kejahatan di Stasiun Gambir Selama Arus Mudik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan keamanan di Stasiun Gambir selama arus mudik Lebaran 2025 terjaga, tanpa adanya laporan tindak kejahatan hingga saat ini.

Jakarta, 29 Maret 2025 - Keamanan di Stasiun Gambir selama arus mudik Lebaran 2025 terpantau aman. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, setelah melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir bersama Menko PMK Pratikno, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Sabtu, 29 Maret 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek langsung pelayanan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Kapolri menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tindak kejahatan yang terjadi di Stasiun Gambir. "Kami menanyakan ke beberapa penumpang, termasuk kepada seluruh petugas, bahwa sampai hari ini tidak ada kejahatan yang terjadi. Jadi, tentunya ini juga saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang melaksanakan tugas," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Stasiun Gambir ini tak lepas dari peran serta berbagai pihak, termasuk kontribusi penting dari Saka Bhayangkara. Satuan Karya Pramuka yang berfokus pada bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ini dikerahkan Polri untuk membantu pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Stasiun Gambir sejak tanggal 26 Maret hingga 4 April 2025.
Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2025 di Stasiun Gambir
Saka Bhayangkara tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kepada para pemudik yang membutuhkan. Anggota Saka Bhayangkara membantu pemudik yang kesulitan dalam proses pencetakan tiket atau menghadapi kendala lainnya sebelum memasuki kereta api. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Kapolri juga menyampaikan data mengenai tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api untuk mudik. "Sampai saat ini, terdapat 86 persen penduduk yang menggunakan transportasi kereta api untuk melakukan mudik," ungkap Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan transportasi kereta api.
Melihat tingginya angka tersebut, Kapolri mendorong masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi mudik dan balik. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur darat. "Bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik hari ini dan juga nanti balik, ini juga yang memesan tiket balik mudik juga masih separuhnya. Saya selalu menyarankan ini (kereta api) menjadi alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat yang mudik dan yang akan balik karena dari sisi keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu, ini sudah sangat baik dan tentunya ini bisa juga digunakan untuk mengurangi kepadatan di jalur darat, karena memang ruang yang disiapkan jalur kereta api masih cukup banyak dan ini bisa menjadi alternatif," jelas Kapolri.
Keunggulan Transportasi Kereta Api
- Keamanan terjamin
- Kenyamanan perjalanan
- Ketepatan waktu keberangkatan
- Alternatif mengurangi kepadatan jalur darat
Kesimpulannya, situasi keamanan di Stasiun Gambir selama arus mudik Lebaran 2025 terpantau kondusif berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk peran aktif Saka Bhayangkara. Pemanfaatan transportasi kereta api juga di dorong untuk mengurangi kepadatan di jalur darat selama periode mudik dan balik Lebaran.