Bali Dorong 500 UMKM Go Digital, Tingkatkan Daya Saing di Era Modern
Pemerintah Bali membekali lebih dari 500 UMKM untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan daya saing dan penjualan.

Denpasar, 25 Maret 2024 - Dalam upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali di era digital, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Bali menargetkan lebih dari 500 UMKM untuk mendapatkan pembekalan terkait pemanfaatan teknologi digital. Pembekalan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong transformasi digital di sektor UMKM Bali. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan inkubator bisnis.
Kepala Diskop UKM Bali, I Wayan Ekadina, menjelaskan bahwa UMKM yang ditargetkan telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pemilihan UMKM ini didasarkan pada data yang dimiliki Diskop UKM Bali. Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Primakara University, akan memperkuat program ini dan menjangkau lebih banyak UMKM.
Langkah ini dipicu oleh fakta bahwa dari total 499.434 UMKM terdaftar di Bali, baru sekitar 29 persen yang sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital dalam operasional bisnis mereka, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pemasaran dan proses produksi. Rendahnya angka ini menjadi perhatian serius pemerintah Bali untuk meningkatkan indeks rasio kewirausahaan dan mendorong pola pikir berkelanjutan di kalangan UMKM.
Pentingnya Digitalisasi untuk UMKM Bali
Salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM Bali adalah pola pikir yang masih ragu dalam menghadapi persaingan dan kurangnya keberanian untuk berinovasi. Pembekalan digitalisasi diharapkan dapat mengatasi tantangan ini. I Wayan Ekadina menekankan pentingnya pembekalan untuk membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Rektor Primakara University, I Made Artana, menambahkan bahwa kampusnya secara rutin memberikan pembekalan kepada UMKM, khususnya yang masih tertinggal dalam hal digitalisasi. Kerjasama dengan Diskop UKM Bali dalam program ini melibatkan 166 mahasiswa yang akan mendampingi 55 UMKM selama tiga bulan.
Pembekalan yang diberikan mencakup berbagai aspek, termasuk sistem pembayaran digital. "Bagi UMKM, masalah pembayaran saja sudah jadi isu karena kita sekarang sudah jarang bawa tunai," ujar Artana. "Kalau UMKM tidak pakai QRIS, kadang kita tidak jadi belanja. Ini sederhana bagi kita, tapi belum tentu bagi UMKM, mereka bahkan tidak tahu cara urusnya bagaimana." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pembekalan digitalisasi untuk UMKM, bahkan dalam hal yang tampak sederhana.
Harapan dan Target Program Pembekalan
Selain membantu program Pemprov Bali dalam mengembangkan UMKM, pembekalan digitalisasi ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi usaha mikro itu sendiri. Targetnya tidak hanya peningkatan penjualan, tetapi juga peningkatan kemampuan perencanaan dan optimalisasi pemasaran. Program ini diharapkan dapat memberikan bekal yang komprehensif bagi para pelaku UMKM agar dapat mengembangkan bisnis mereka secara efektif dan efisien di era digital.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak UMKM di Bali yang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saingnya di pasar global. Pemerintah Bali berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan UMKM melalui berbagai program dan inisiatif yang inovatif.