Bandara Adi Soemarmo Siap Hadapi Arus Mudik: Simulasi Keamanan Berhasil Digelar
Bandara Adi Soemarmo Solo sukses menggelar simulasi penanganan ancaman keamanan, memastikan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang arus mudik Lebaran 2025.

Bandara Adi Soemarmo di Solo, Jawa Tengah, telah melaksanakan simulasi penanganan ancaman keamanan pada Selasa, 25 Maret 2025. Simulasi ini dilakukan untuk menguji kesiapan bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang selama arus mudik Lebaran 2025. Simulasi melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas airport security, TNI AU Lanud Adi Soemarmo, dan pihak kepolisian. Simulasi ini mensimulasikan dua skenario ancaman keamanan di terminal keberangkatan dan kedatangan.
General Manager Bandara Adi Soemarmo, Erick Rofiq Nurdin, menjelaskan bahwa simulasi dirancang untuk mendekati kondisi nyata. "Sehingga seluruh personel melaksanakannya sesuai dengan SOP penanganan keamanan," ujarnya. Simulasi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan koordinasi antar petugas dalam menghadapi situasi darurat. Hasilnya menunjukkan kesigapan dan efektivitas kerja sama dalam menangani ancaman keamanan.
Simulasi ini penting karena Bandara Adi Soemarmo merupakan enclave civil airport yang memiliki kerja sama dengan TNI AU Lanud Adi Soemarmo dalam menjaga keamanan. Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko, menekankan bahwa latihan bersama ini bertujuan untuk menguji standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi ancaman keamanan, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2025. Dengan simulasi ini, diharapkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pemudik dapat terjamin.
Simulasi Ancaman di Terminal Keberangkatan dan Kedatangan
Simulasi pertama di terminal keberangkatan melibatkan deteksi barang mencurigakan melalui X-Ray pada bagasi penumpang. Penumpang yang bersangkutan dipanggil dan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat pemeriksaan, penumpang tersebut berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap oleh unit K-9 dengan anjing jenis malinois. Kerja sama yang solid antara airport security, airlines, dan Polisi Militer Angkatan Udara terlihat dalam penanganan insiden ini.
Simulasi kedua di terminal kedatangan melibatkan anjing pelacak jenis labrador Vega. Anjing tersebut menunjukkan reaksi terhadap sebuah bagasi penumpang, yang kemudian diamankan dan diperiksa. Pemeriksaan menyeluruh menemukan barang terlarang di dalam bagasi, dan pemiliknya diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Udara untuk penyelidikan lebih lanjut. Keberhasilan simulasi ini menunjukkan efektivitas kerja sama antara TNI AU Lanud Adi Soemarmo dan pihak internal bandara.
Kedua simulasi ini menunjukkan kesiapan Bandara Adi Soemarmo dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan. Keberhasilan penggagalan insiden dalam simulasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang yang akan menggunakan Bandara Adi Soemarmo, terutama selama periode arus mudik Lebaran 2025.
Kerja Sama TNI AU dan Bandara Adi Soemarmo
Bandara Adi Soemarmo, sebagai enclave civil airport, memiliki keunikan karena melibatkan TNI AU Lanud Adi Soemarmo dalam menjaga keamanan. Kerja sama ini terbukti efektif dalam simulasi yang dilakukan. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan sinergi antara TNI AU dan pihak bandara semakin solid dan teruji.
Komandan Lanud Adi Soemarmo menekankan pentingnya latihan bersama untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi ancaman. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa Bandara Adi Soemarmo. Simulasi ini menjadi bukti nyata kesiapan Bandara Adi Soemarmo dalam menghadapi tantangan keamanan, khususnya selama periode arus mudik yang padat.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh personel keamanan di Bandara Adi Soemarmo semakin terlatih dan siap menghadapi berbagai skenario ancaman. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan Bandara Adi Soemarmo.
Kesimpulannya, simulasi keamanan yang dilakukan di Bandara Adi Soemarmo menunjukkan kesiapan bandara dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2025. Kerja sama yang baik antara TNI AU Lanud Adi Soemarmo dan pihak bandara menjadi kunci keberhasilan simulasi ini.