Banyuwangi Siap Sambut Lebaran dengan Aneka Atraksi Seni Budaya yang Menawan
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menawarkan beragam atraksi seni budaya menarik bagi wisatawan selama libur Lebaran, mulai dari Barong Ider Bumi hingga Boyolangu Culture Festival.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah menyiapkan serangkaian atraksi seni budaya untuk memeriahkan libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Banyuwangi siap menjadi destinasi wisata favorit bagi para wisatawan yang ingin mengisi waktu libur Lebaran dengan kegiatan yang bermakna dan menghibur. Berbagai pilihan wisata, mulai dari kuliner, wisata alam, hingga atraksi seni budaya yang unik dan menarik, ditawarkan untuk seluruh keluarga.
Salah satu daya tarik utama adalah beragamnya atraksi budaya yang akan digelar. Bukan hanya keindahan alam yang ditawarkan, Banyuwangi juga kaya akan tradisi dan seni budaya yang masih lestari hingga kini. Hal ini menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman yang unik dan berkesan bagi para pengunjungnya.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya Banyuwangi yang beragam dan unik.
Atraksi Budaya Khas Banyuwangi Selama Lebaran
Salah satu atraksi unggulan adalah Barong Ider Bumi, sebuah tradisi masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Tradisi ini akan digelar pada tanggal 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri. "Tradisi ini merupakan ritual bersih desa dan tolak bala yang dilakukan oleh Suku Osing sejak tahun 1800-an," jelas Bupati Ipuk. Dalam tradisi ini, warga mengarak barong keliling desa sambil melantunkan tembang macapat yang berisi doa, dan ritual diakhiri dengan selamatan yang menyajikan pecel pitik, makanan khas Suku Osing.
Selain Barong Ider Bumi, terdapat juga Seblang Olehsari yang akan berlangsung pada minggu pertama bulan Syawal di Balai Adat Olehsari, tepatnya pada tanggal 4-10 April 2025. Seblang merupakan tradisi kuno yang berfungsi sebagai ritual tolak bala di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Penarinya adalah seorang gadis keturunan penari Seblang yang dipilih secara spiritual. Dengan nuansa magis yang kental, sang penari akan menari dalam keadaan trance selama tujuh hari tujuh malam.
Tidak hanya itu, Boyolangu Culture Festival (Puter Kayun) juga akan memeriahkan libur Lebaran. Tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri ini digelar pada hari ke-7 hingga 10 bulan Syawal. Puter Kayun merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi, sekitar Pantai Watudodol. Warga akan melakukan napak tilas dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watudodol.
Bupati Ipuk juga menambahkan, "Kami juga mengundang diaspora Banyuwangi ke pendopo, untuk memperkuat silaturahmi warga Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia. Kami ajak kumpul, saling lepas kangen dan berharap bisa saling berbagi dan tukar ide bagaimana memajukan Banyuwangi." Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk melibatkan perantau Banyuwangi dalam pembangunan daerah.
Dengan berbagai atraksi seni budaya yang disiapkan, Banyuwangi siap menyambut kedatangan wisatawan domestik maupun mancanegara selama libur Lebaran. Kombinasi wisata alam, kuliner, dan budaya yang kaya akan memberikan pengalaman liburan yang tak terlupakan bagi para pengunjung. Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam Banyuwangi sambil mempelajari dan menghargai kekayaan budaya lokal yang unik dan menarik.