Bapanas: Stok Pangan Melimpah dan Koordinasi Kunci Stabilitas Harga Selama Ramadhan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan cukup dan koordinasi antar lembaga kunci stabilitas harga selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025, lewat operasi pasar murah dan transparansi harga.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kestabilan harga pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H atau 2025. Hal ini dicapai melalui penguatan stok cadangan pangan dan koordinasi yang kuat antar instansi pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, hingga asosiasi pangan. Kolaborasi dan persiapan matang menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum Ramadhan. Kerja sama lintas sektoral dilakukan untuk memastikan pasokan pangan cukup dan terjangkau masyarakat. Operasi pasar murah juga menjadi bagian penting dari strategi ini untuk menstabilkan harga di pasaran.
Salah satu kunci keberhasilan adalah penguatan stok cadangan pangan pemerintah, terutama beras. Stok beras pemerintah yang awalnya 800 ribu ton pada tahun sebelumnya, kini telah meningkat signifikan hingga mencapai hampir 2,2 juta ton. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Koordinasi Antar Lembaga dan Penguatan Stok Pangan
Koordinasi antar kementerian dan lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan asosiasi pangan menjadi sangat krusial. Kerja sama ini memastikan ketersediaan pasokan pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah juga memastikan harga yang diterima konsumen wajar dengan menghitung struktur biaya produksi secara transparan.
Bapanas menekankan pentingnya empati antara pelaku usaha di hulu dan hilir. Hal ini bertujuan agar harga pangan tetap stabil dan terjangkau. Seluruh aspek distribusi pangan diawasi ketat untuk memastikan harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen tetap berada dalam rentang yang wajar.
Transparansi juga menjadi komitmen Bapanas. Kalkulasi struktur biaya setiap produk, terutama sembilan hingga dua belas komoditas utama, diinformasikan secara terbuka kepada publik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan cadangan pangan.
Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah
Untuk menjamin keterjangkauan harga pangan, pemerintah melaksanakan operasi pasar murah yang dimulai sejak 24 Februari hingga 29 Maret 2025. Operasi pasar ini tersebar di 3.751 titik di seluruh Indonesia, melibatkan PT Pos Indonesia dan beberapa BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara.
Komoditas yang dijual dalam operasi pasar murah meliputi Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, cabai rawit merah, telur ayam ras, dan beras SPHP. Harga jual disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Selain operasi pasar murah, Bapanas juga menyelenggarakan gerakan pangan murah di 2.634 titik di seluruh Indonesia.
Dengan adanya operasi pasar murah dan gerakan pangan murah, diharapkan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Jadi kuncinya (sehingga harga pangan stabil) salah satunya adalah kolaborasi. Selain persiapan, berikutnya adalah tadi cadangan pangan pemerintah," kata Arief Prasetyo Adi.
Bapanas berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan stabilitas harga pangan serta ketersediaan pasokan yang cukup hingga pasca Idul Fitri. Transparansi dan koordinasi yang baik akan terus dijaga untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.