Operasi Pasar Pangan Murah Sukses Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Jelang Lebaran 2025
Wakil Menteri Perdagangan menyatakan operasi pasar pangan murah berhasil meningkatkan daya beli masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025 dengan jangkauan hingga 3.992 titik di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menyatakan keberhasilan operasi pasar pangan murah dalam meningkatkan daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan hingga menjelang perayaan Idul Fitri 2025. Operasi pasar ini, yang digelar pemerintah, menjangkau 3.992 titik di seluruh Indonesia, memastikan distribusi pangan murah merata ke berbagai daerah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 24 Februari hingga 29 Maret 2025, tepatnya selama bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri. Wamendag menjelaskan bahwa tujuan utama operasi pasar ini adalah untuk membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli mereka selama periode penting tersebut.
"Kemarin sudah terlaksana dengan baik, dengan sukses operasi pasar (pangan murah) dengan langkah-langkah kita sebetulnya untuk menaikkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri, pas lagi kemarin bulan puasa gitu," jelas Wamendag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Keberhasilan operasi pasar ini ditandai dengan distribusi komoditas pangan penting dengan harga terjangkau. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Distribusi Merata dan Pemantauan Harga
Pemerintah memastikan distribusi pangan murah melalui operasi pasar mencapai daerah-daerah yang membutuhkan. Sebanyak 3.992 titik di seluruh Indonesia menjadi lokasi pelaksanaan operasi pasar ini. Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memantau harga dan stok pangan secara berkala. Koordinasi ini penting karena banyak komoditas pangan berada di bawah naungan Bapanas.
"Jadi intinya kalau untuk harga bahan pokok di pasar, kita akan berkoordinasi dengan Bapanas karena banyak sekali komoditas itu yang di bawah naungannya Badan Pangan Nasional," ujar Roro.
Pemantauan harga dilakukan untuk memastikan harga tetap kondusif dan tidak terjadi gejolak yang mengganggu stabilitas pasar. Jika ditemukan ketidakseimbangan harga, Kemendag akan berkoordinasi dengan Bapanas untuk mengambil langkah-langkah tepat guna mengatasi permasalahan tersebut.
"Kami melakukan pemantauan juga, semuanya kondusif. Selebihnya kalau misalnya ada gejolak di harga, kita akan pantau dan kita akan koordinasi dengan Bapanas juga," tambah Roro.
Keterlibatan BUMN dan Komoditas yang Didistribusikan
Operasi pasar pangan murah melibatkan berbagai pihak, termasuk ribuan gerai PT Pos Indonesia dan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan. BUMN yang terlibat antara lain Bulog, ID Food, Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara. Mereka berperan penting dalam mensuplai komoditas pangan yang dibutuhkan.
Komoditas utama yang didistribusikan meliputi Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, cabai rawit merah, telur ayam ras, dan beras SPHP. Harga jual komoditas tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan melibatkan berbagai pihak dan menjangkau seluruh Indonesia, operasi pasar pangan murah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025.
Keberhasilan operasi pasar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat dan menunjang stabilitas ekonomi nasional.