Bappenas dan Kemendag Jalin Kerja Sama Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia
Bappenas dan Kemendag perkuat kolaborasi untuk tingkatkan daya saing ekspor Indonesia hingga 2045, hadapi tantangan global dan dorong partisipasi dalam rantai nilai global.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi memperkuat kerja sama strategis. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah perdagangan domestik dan global, sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi ini diumumkan pada Selasa, 21 Januari, di Gedung Bappenas, Jakarta. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya sinergi kedua kementerian dalam menghadapi tantangan global dan mendorong peran Indonesia di rantai nilai global. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan daya saing Indonesia di pasar internasional dan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan daya saing ekspor. Strategi yang diterapkan mencakup peningkatan nilai tambah produk ekspor, perluasan akses pasar internasional, serta integrasi ekonomi yang lebih baik antara pasar domestik dan global. Target ambisius telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029: meningkatkan pangsa ekspor Indonesia dari 1,2 persen (2022) menjadi 2,4 persen pada 2045.
Untuk mencapai target tersebut, sejumlah langkah strategis telah direncanakan. Ini termasuk penguatan partisipasi dalam rantai pasok global, peningkatan ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi, serta peningkatan keterkaitan ekonomi antar pusat pertumbuhan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi cukup kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.
Tantangan eksternal meliputi perlambatan ekonomi global, ketidakstabilan geopolitik, dan tuntutan untuk memproduksi green products. Sementara itu, tantangan internal meliputi rendahnya daya saing produk ekspor Indonesia, infrastruktur yang belum optimal, dan ketimpangan perdagangan antar wilayah. Untuk mengatasi hal ini, Bappenas dan Kemendag mengembangkan Dashboard Data Perdagangan. Dasbor ini akan membantu para pemangku kepentingan mengidentifikasi potensi ekspor daerah.
Selain itu, upaya untuk mendorong perjanjian perdagangan seperti Free Trade Area (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) juga menjadi fokus utama. Hal ini diharapkan dapat memperluas akses pasar dan mendorong peningkatan ekspor. Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan untuk mencapai visi pembangunan nasional.
Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, Bappenas dan Kemendag berupaya menciptakan strategi yang komprehensif. Strategi ini bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global dan memastikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Keberhasilan kerja sama ini akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.