BLT Petani Tembakau dan Buruh Rokok Demak Berlanjut Tahun 2025
Pemerintah Kabupaten Demak memastikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani tembakau dan buruh rokok tetap berjalan di tahun 2025, meskipun masih menunggu mekanisme penyaluran anggaran.

Demak, Jawa Tengah, 24 Februari 2024 - Pemerintah Kabupaten Demak memastikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi petani tembakau dan buruh rokok akan tetap berlanjut pada tahun 2025. Meskipun demikian, penyaluran dana bantuan masih menunggu proses dan mekanisme yang harus dilalui terlebih dahulu. Kepastian ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak, Agus Herawan, pada Senin lalu.
Agus Herawan menjelaskan bahwa anggaran untuk BLT tahun 2025 telah tersedia. Namun, proses penyalurannya masih harus menunggu keputusan final setelah melalui rapat internal. Hal ini juga terkait dengan instruksi efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat. Kabupaten Demak masih menunggu kebijakan terkait efisiensi anggaran dari dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT).
Lebih lanjut, Agus Herawan menyampaikan bahwa jika tidak ada kebijakan efisiensi anggaran untuk program yang didanai DBHCHT, maka Pemkab Demak akan melanjutkan program BLT dengan tahapan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahapan tersebut meliputi pendataan calon penerima, verifikasi data, hingga pengesahan calon penerima dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Demak.
Rincian BLT Tahun 2024 dan Rencana Tahun 2025
Pada tahun 2024, program BLT untuk petani tembakau dan buruh rokok di Kabupaten Demak dianggarkan sebesar Rp11,81 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 9.841 penerima manfaat. Selain BLT dari APBD Kabupaten Demak, sebagian warga Demak juga menerima bantuan serupa melalui APBD Provinsi Jawa Tengah. Besaran BLT yang diterima setiap penerima manfaat adalah Rp300.000 per bulan, yang pada tahun 2024 diberikan sebanyak empat kali.
Program BLT ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani tembakau dan buruh rokok di Kabupaten Demak. Pemkab Demak berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Meskipun masih menunggu kepastian mekanisme penyaluran anggaran, kepastian berlanjutnya program BLT ini memberikan angin segar bagi para petani tembakau dan buruh rokok di Demak. Mereka berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian keluarga mereka.
Proses pendataan dan verifikasi calon penerima BLT akan dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pemkab Demak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program BLT agar semakin efektif dalam membantu masyarakat.
Dukungan Pemerintah Pusat Diharapkan
Pemkab Demak berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap program BLT ini. Dukungan tersebut dapat berupa kelancaran akses terhadap DBHCHT dan kebijakan yang mendukung kelangsungan program. Dengan dukungan tersebut, program BLT dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Demak.
Keberhasilan program BLT ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Oleh karena itu, Pemkab Demak akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program BLT dapat mencapai tujuannya dengan maksimal. Harapannya, program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Demak.
"Anggaran untuk BLT tahun ini sudah tersedia, namun masih menunggu keputusan, karena masih harus dirapatkan terlebih dahulu," kata Agus Herawan. Ia juga menambahkan bahwa efisiensi anggaran menjadi pertimbangan penting dalam penyaluran BLT tahun 2025.