BNN Gelar Tes Urine di 4 Terminal Jakarta: Pastikan Mudik Lebaran 2025 Aman
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar tes urine serentak di empat terminal Jakarta untuk memastikan pengemudi transportasi umum bebas narkoba demi keamanan dan kenyamanan pemudik Lebaran 2025.

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar tes urine secara serentak di empat terminal utama Jakarta pada Kamis, 27 Maret 2025. Tes ini ditujukan kepada para pengemudi dan kru transportasi umum, sebagai upaya mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang mudik Lebaran 2025. Kegiatan ini melibatkan BNN RI, BNN Kota Jakarta Timur, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Pos Pelayanan Kesehatan DKI Jakarta, dimulai pukul 08.00 WIB di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Tanjung Priok, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Kalideres.
Direktur Peran Serta Masyarakat Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Yuki Ruchimat, menjelaskan bahwa tes urine merupakan bagian dari upaya preventif penyalahgunaan narkoba di sektor transportasi. Tujuannya adalah untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh narkotika, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. "Kegiatan ini memastikan semua awak pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh oleh narkotika, sehingga memberikan kenyamanan bagi para pemudik," ujar Yuki.
Tes urine ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan pengemudi dalam memberikan layanan transportasi yang aman, terutama menjelang periode mudik Lebaran. Di Terminal Terpadu Pulo Gebang, misalnya, Pos Pelayanan Kesehatan menerapkan syarat ketat bagi pengemudi bus, termasuk cek kesehatan, tes urine, dan pemeriksaan gula darah.
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Transportasi Umum
Kegiatan tes urine serentak ini merupakan langkah konkret BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di sektor transportasi umum. Hal ini penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Dengan memastikan para pengemudi bebas dari pengaruh narkotika, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan penumpang.
Salah satu pengemudi bus PO Budiman, Oman, memberikan testimoninya terkait pentingnya tes urine ini. Ia menyatakan bahwa tes tersebut berguna untuk memastikan para sopir tidak mengonsumsi alkohol atau zat-zat terlarang lainnya. "Untuk keamanan penumpang juga. Ini juga kalau kami tidak melakukan tes kesehatan di posko, kami tidak bisa jalan," ujar Oman.
Langkah preventif ini juga mendapat dukungan dari pemerintah. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, melepas 512 bus mudik gratis dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan angkutan mudik Lebaran. Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, hadir di Terminal Kampung Rambutan untuk memantau aktivitas mudik dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama periode mudik.
Dukungan Multipihak untuk Mudik Aman dan Nyaman
BNN mengajak seluruh pihak, termasuk operator transportasi dan masyarakat, untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkoba. Kerjasama yang baik antara berbagai instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pemudik. Tes urine ini hanyalah salah satu bagian dari upaya yang lebih besar untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen bersama untuk menciptakan budaya transportasi yang aman dan bertanggung jawab. Dengan adanya kolaborasi dan kesadaran dari semua pihak, diharapkan mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Selain tes urine, berbagai upaya lain juga dilakukan untuk mendukung mudik aman dan nyaman, seperti pemeriksaan kesehatan pengemudi secara menyeluruh, penyediaan posko kesehatan di terminal, dan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara.