Contraflow Tol Jagorawi Dihentikan, Kepolisian Lakukan Diskresi
Contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan polisi pukul 11.50 WIB setelah diterapkan sejak pukul 06.20 WIB karena peningkatan volume lalu lintas, lalu lintas kini berangsur normal.

Kepolisian menghentikan rekayasa lalu lintas contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak pada Jumat, 4 April 2025, pukul 11.50 WIB. Contraflow yang diberlakukan sejak pukul 06.20 WIB tersebut merupakan respons atas peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju Puncak pada H+3 Lebaran. Keputusan penghentian contraflow ini diambil berdasarkan diskresi Kepolisian, setelah sebelumnya diterapkan mulai dari KM 44+500 hingga KM 46+500.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Alvin Andituahta Singarimbun, menjelaskan bahwa setelah penghentian contraflow, lalu lintas di ruas tol tersebut berangsur kembali normal. Namun, akses keluar Gadog/Puncak saat ini ditutup karena diberlakukannya sistem satu arah (one way) di arteri Puncak arah Jakarta oleh Kepolisian. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kepadatan lalu lintas yang masih terjadi.
Peningkatan volume kendaraan ini sejalan dengan data Jasa Marga yang mencatat lonjakan signifikan pada H+1 Lebaran (2 April 2025). Tercatat peningkatan volume kendaraan menuju Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1 sebesar 35,63 persen, mencapai 46.338 kendaraan. Sementara itu, arus balik dari arah Cikampek dan Puncak melalui GT Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2 juga mengalami peningkatan sebesar 28,61 persen, dengan total 118.504 kendaraan.
Penghentian Contraflow dan Imbauan Kepada Pengguna Jalan
Kepolisian mengambil keputusan untuk menghentikan contraflow di Tol Jagorawi setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi lalu lintas terkini dan potensi kepadatan yang masih ada. Penghentian ini diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan dan mengembalikan arus lalu lintas ke kondisi normal. Meskipun contraflow dihentikan, pihak kepolisian tetap memantau dan melakukan rekayasa lalu lintas lainnya jika diperlukan.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memperbarui informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan rekayasa yang diberlakukan melalui media sosial dan situs web resmi Jasa Marga. Hal ini penting untuk membantu pengguna jalan merencanakan perjalanan dan menghindari potensi kemacetan. Selain itu, pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan saldo e-money mereka cukup sebelum memulai perjalanan untuk menghindari antrean di gerbang tol.
Petugas di lapangan akan terus memberikan arahan dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan. Kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Data Peningkatan Volume Kendaraan di Ruas Tol Jabodetabek
Data peningkatan volume kendaraan di ruas tol Jabodetabek pada H+1 Lebaran menunjukkan lonjakan yang signifikan di beberapa titik. Berikut rinciannya:
- GT Ciawi 1 (arah Puncak): 46.338 kendaraan (naik 35,63 persen).
- GT Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2 (arah Jabodetabek): 118.504 kendaraan (naik 28,61 persen).
- GT Halim (arah Jakarta): 58.273 kendaraan (naik 5,40 persen).
- GT Cikunir 6 (arah Jakarta): 16.003 kendaraan (naik 186,07 persen).
- GT Ciawi 2 (arah Jakarta): 44.228 kendaraan (naik 41,44 persen).
Peningkatan volume kendaraan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Oleh karena itu, antisipasi dan koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan pengelola jalan tol sangat penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Dengan dihentikannya contraflow dan lalu lintas yang berangsur normal, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman. Penting bagi para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.