Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 36, One Way Nasional Diterapkan
Rekayasa lalu lintas contraflow di Tol Jakarta-Cikampek diperpanjang hingga KM 36 dan one way nasional diberlakukan untuk mengurai kepadatan arus mudik.

Kepadatan lalu lintas yang signifikan terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek pada Jumat, 28 Maret 2024, menyebabkan pihak berwenang menerapkan rekayasa lalu lintas. Petugas kepolisian dan PT Jasamarga Transjawa Tol melakukan contraflow dari KM 36 hingga KM 70, menyusul peningkatan volume kendaraan yang menuju Cikampek. Penerapan contraflow ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari KM 47 hingga KM 70 sebelum akhirnya diperpanjang.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas dari Jakarta menuju Cikampek. Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan perjalanan dengan matang, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta saldo uang elektronik mencukupi. Pemudik juga dihimbau untuk mengisi bahan bakar dan daya kendaraan sebelum perjalanan, serta membawa bekal untuk menghindari kepadatan di rest area.
Tidak hanya contraflow, upaya lain untuk mengatasi kepadatan arus mudik juga dilakukan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendukung pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional pada hari Jumat, 28 Maret 2024, mulai pukul 09.45 WIB. Penerapan one way ini dimulai dari KM 70 ruas tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung jalan tol Batang-Semarang.
Contraflow dan One Way: Upaya Mengurai Kemacetan Mudik
Penerapan contraflow di ruas tol Jakarta-Cikampek merupakan respons cepat atas peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Perpanjangan jalur contraflow hingga KM 36 menunjukkan tingginya volume kendaraan yang menuju arah Cikampek. Hal ini menunjukkan tingginya angka pemudik yang memanfaatkan jalur tol tersebut untuk menuju kampung halaman.
Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Lisye Octaviana, menjelaskan bahwa keputusan untuk memberlakukan one way nasional diambil berdasarkan data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat signifikan dari Jakarta menuju Semarang. Data tersebut diperoleh dari pantauan visual CCTV dan laporan petugas kepolisian di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi potensi kemacetan yang lebih parah.
Sebelum diberlakukannya one way nasional, contraflow dua lajur arah Cikampek telah diberlakukan sejak pukul 08.30 WIB dari KM 47 hingga KM 70 ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Hal ini menunjukkan upaya bertahap yang dilakukan untuk mengantisipasi dan mengatasi kepadatan lalu lintas.
Imbauan Kepada Pemudik
Dalam keterangannya, Ria Marlinda Paallo juga memberikan beberapa imbauan kepada para pemudik. Ia menekankan pentingnya keselamatan berkendara, perencanaan perjalanan yang matang, dan pengecekan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan. Selain itu, ia juga mengingatkan pemudik untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi dan mengisi bahan bakar serta daya kendaraan sebelum memulai perjalanan. Membawa bekal juga dianjurkan untuk menghindari kerumunan di rest area.
Langkah-langkah antisipasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik selama perjalanan mudik Lebaran. Dengan kerjasama antara pihak kepolisian dan pengelola jalan tol, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diurai dan perjalanan mudik dapat berjalan lancar dan aman.
Penerapan contraflow dan one way merupakan bukti nyata kesiapan pemerintah dan pengelola jalan tol dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan saat musim mudik. Diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran arus mudik dan mengurangi potensi kecelakaan.