Deforestasi Aceh: Dua Dekade Kerusakan dan Harapan Pemulihan
Peluncuran buku 'Dua Dekade Deforestasi Aceh' oleh BPS dan HAkA ungkap dampak kerusakan hutan terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Aceh, serta menyerukan upaya pemulihan.

Banda Aceh, 25 Februari 2024 – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh dan Yayasan HAkA Sumatera secara resmi meluncurkan buku berjudul 'Dua Dekade Deforestasi Aceh: Dari Hilangnya Hutan hingga Penurunan Kesejahteraan'. Buku ini memaparkan secara detail dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari deforestasi di Aceh selama 20 tahun terakhir. Peluncuran ini menandai upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong aksi nyata dalam melindungi hutan Aceh.
Buku ini bukan hanya sekadar kumpulan data statistik, melainkan sebuah refleksi kritis atas perjalanan Aceh selama dua dekade terakhir. Ia mengungkap bagaimana hilangnya hutan secara signifikan telah memengaruhi kesejahteraan masyarakat Aceh yang selama ini bergantung pada sumber daya hutan untuk mata pencaharian mereka. Data yang disajikan dalam buku ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan hutan.
Sekretaris Yayasan HAkA, Badrul Irfan, menekankan pentingnya peran hutan Aceh sebagai penopang kehidupan. "Buku ini bukan sekadar data, tapi cermin bagi kita semua tentang apa yang telah terjadi dan bagaimana kita akan melangkah ke depan," ujarnya. Ia menyayangkan peningkatan tekanan terhadap hutan Aceh dalam dua dekade terakhir akibat ekspansi industri dan perubahan penggunaan lahan, seraya menambahkan, "Padahal, hutan bisa tetap dimanfaatkan tanpa harus menghabisinya karena melindungi hutan adalah melindungi kehidupan."
Ancaman Deforestasi terhadap Kehidupan di Aceh
Data yang dihimpun Yayasan HAkA menunjukkan angka deforestasi yang mengkhawatirkan. Selama periode 2003-2023, Aceh kehilangan sekitar 324.488 hektare hutan, atau sekitar 10 persen dari total luas tutupan hutan Aceh pada tahun 2023 yang mencapai 3,33 juta hektare. Hilangnya hutan ini berdampak luas, tidak hanya pada keanekaragaman hayati, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh.
Badrul Irfan berharap buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan dan langkah konkret dalam melindungi dan memulihkan hutan Aceh. Ia optimistis bahwa melalui kolaborasi dan komitmen bersama, masa depan hutan Aceh dapat diselamatkan. "Semoga buku ini dapat menunjukkan kemampuan yang besar dalam keupayaan bersama, menjaga kualitas dan keutamaan hutan Aceh demi masa depan yang lebih baik," harapnya.
Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, menambahkan bahwa buku ini menggarisbawahi adanya hubungan timbal balik antara pemanfaatan hutan dan kesejahteraan masyarakat. "Ada kejadian baik dan buruk, dan buku ini diluncurkan agar Aceh tidak mengalami dampak buruk dari deforestasi," katanya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat akan risiko deforestasi yang dapat merusak keseimbangan ekosistem.
Harapan untuk Masa Depan Hutan Aceh
Ahmadriswan Nasution optimistis bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi ini. "Terpenting Aceh belum terlambat. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik dalam melindungi hutan dan lingkungan," tegasnya. Buku ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi upaya pemulihan dan pelestarian hutan Aceh untuk generasi mendatang.
Buku 'Dua Dekade Deforestasi Aceh' memberikan gambaran komprehensif tentang permasalahan deforestasi di Aceh. Melalui data dan analisis yang disajikan, buku ini tidak hanya menyoroti dampak negatif deforestasi, tetapi juga membuka peluang bagi kolaborasi dan aksi nyata untuk melindungi dan memulihkan hutan Aceh, demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
- Data deforestasi Aceh (2003-2023): 324.488 hektare
- Persentase kehilangan tutupan hutan: 10%
- Luas tutupan hutan Aceh (2023): 3,33 juta hektare
Peluncuran buku ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjaga kelestarian hutan Aceh. Semoga upaya ini dapat menghasilkan perubahan nyata dan memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Aceh untuk generasi mendatang.