Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
logo
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
  • Travel
  • Sepakbol
  • Sport
  • Ngakak
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
HEADLINE HARI INI
  1. Hot News

Demokrasi Ibarat Biduk di Lautan VUCA, Pakar Tegaskan Kolaborasi Kunci Penguatan Demokrasi

Di tengah tantangan VUCA, pakar hukum tata negara menyoroti pentingnya kolaborasi dan penguatan institusional untuk menjaga Penguatan Demokrasi di Indonesia.

Kamis, 07 Agu 2025 00:12:00
konten ai
Copied!
Di tengah tantangan VUCA, pakar hukum tata negara menyoroti pentingnya kolaborasi dan penguatan institusional untuk menjaga Penguatan Demokrasi di Indonesia.
Di tengah tantangan VUCA, pakar hukum tata negara menyoroti pentingnya kolaborasi dan penguatan institusional untuk menjaga Penguatan Demokrasi di Indonesia. (Planet Merdeka)
ADVERTISEMENT

Pakar Hukum Tata Negara dari STIH IBLAM, Radian Syam, menekankan urgensi penguatan institusional dan kolaborasi berbagai elemen bangsa. Hal ini krusial untuk memperkuat demokrasi di tengah kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) yang penuh ketidakpastian.

Pernyataan ini disampaikan Radian dalam acara peluncuran dan bedah bukunya di Jakarta, baru-baru ini. Ia menggarisbawahi bahwa demokrasi saat ini menghadapi tantangan signifikan akibat realitas global yang kompleks dan penuh perubahan.

Menurut Radian, jika demokrasi diibaratkan biduk yang berlayar menuju pulau harapan, maka lautan VUCA adalah medan penuh gelombang. Oleh karena itu, strategi dan daya tahan kelembagaan yang kuat sangat diperlukan agar demokrasi tetap kokoh dan relevan.

Tantangan Demokrasi di Era VUCA

Demokrasi sebagai sistem yang menjanjikan kebebasan, kesetaraan, dan keadilan, menghadapi tantangan besar karena berada dalam pusaran kondisi VUCA. Realitas global ini ditandai oleh ketidakstabilan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas tinggi. Demokrasi tidak cukup hanya dengan prosedur elektoral yang rutin.

Sistem ini membutuhkan adaptasi institusional yang kokoh agar dapat bertahan di tengah ketidakpastian zaman. Berbagai institusi inti seperti ruang publik, pemilihan umum (pemilu), partai politik, dan hukum harus mampu bertransformasi. Tujuannya bukan hanya untuk bertahan, melainkan juga untuk mengarahkan bangsa di tengah badai perubahan yang terjadi.

Radian Syam menegaskan bahwa empat pilar demokrasi tersebut harus diperkuat. Penguatan ini dapat dilakukan melalui inovasi kebijakan dan reformasi struktural yang komprehensif. Langkah ini esensial untuk menjaga keberlangsungan dan efektivitas demokrasi.

Empat Pilar Demokrasi dan Reformasi Struktural

Pada ruang publik, pergeseran dari ruang fisik ke ruang digital akibat perubahan teknologi telah terjadi. Namun, algoritma media sosial justru memperkuat polarisasi dan bias informasi. Diperlukan regulasi transparansi algoritma dan pembatasan dominasi komersial agar ruang publik kembali menjadi arena deliberatif yang inklusif.

Legitimasi pemilu terancam oleh disinformasi dan manipulasi digital. Oleh karena itu, penguatan regulasi, transparansi dana politik, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting. Lembaga penyelenggara pemilu juga perlu memperkuat keamanan siber untuk melindungi infrastruktur pemilu dari ancaman.

Partai politik dituntut untuk fleksibel, transparan, serta mampu melakukan kaderisasi berbasis meritokrasi di tengah perubahan preferensi pemilih yang cepat dan fragmentasi sosial. Reformasi internal dan pemanfaatan teknologi digital menjadi keniscayaan agar partai politik tetap relevan dan mampu beradaptasi.

Sementara itu, ketertinggalan hukum dari realitas sosial dapat menciptakan celah yang dimanfaatkan oleh aktor oportunistik. Diperlukan sistem hukum yang responsif, independen, dan mampu menjawab tantangan global. Tantangan tersebut meliputi kejahatan siber, pencucian uang, serta pelanggaran lintas negara.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan Demokrasi

Penguatan demokrasi di era VUCA bukan tanggung jawab pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi erat antara negara, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta. Sinergi ini bertujuan untuk menjaga ekosistem demokrasi tetap sehat dan berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Fitra Asril, mengapresiasi gagasan Radian Syam. Fitra menilai Radian telah memperkuat gagasan yang berkembang saat ini, yaitu demokrasi harus dilindungi dalam kondisi darurat apapun. Cara memperkuat demokrasi bukan dengan tindakan diktatorisme, melainkan dengan penguatan institusional dan kerja kolaboratif semua elemen bangsa.

"Jadi ini sejalan dengan gagasan buku ini, dalam situasi yang fokus ketidakpastian, demokrasi tetap harus dilindungi, bukan menjadi legitimasi untuk tindakan yang tidak demokratis," ungkap Fitra. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang inklusif dan partisipatif.

Acara tersebut merupakan peluncuran dan pembedahan buku Radian berjudul Mendayung Demokrasi di Era VUCA, bertempat di vOffice Event Space, Centennial Tower, Jakarta. Sejumlah narasumber terkemuka turut hadir, antara lain Sekretaris Jenderal HIPMI Anggawira dan Dewan Pembina Perludem Titi Anggraeni.

Share
Copied!

Share

Better experience in portrait mode.
Image Saved!
Berita Terbaru
  • Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara
  • Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!
  • UIN Jakarta Usung Kurikulum Berbasis Cinta: Fondasi Generasi Penuh Kasih Sayang dan Toleransi
  • Tahukah Anda? DPRD Ambon Kenalkan Dunia Politik Lewat Program Parlemen Muda untuk Pelajar
  • demokrasi
  • hukum tata negara
  • kolaborasi bangsa
  • konten ai
  • partai politik
  • pemilu
  • penguatan demokrasi
  • #planetantara
  • radian syam
  • reformasi institusi
  • ruang publik
  • vuca
Copied!
Artikel ini ditulis oleh
Redaksi Merdeka
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter
  • Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini ditulis ulang menggunakan artificial intelligence (AI). Jika ada kesalahan dalam konten, mohon laporkan ke redaksi.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

ADVERTISEMENT
Topik Populer

Topik Populer

  • Viral
  • Timnas
  • Prabowo Subianto
  • Piala AFF 2024
  • PPN 12 persen
  • Irish Bela
Rekomendasi
  • cara mengundang teman di tiktok
    aplikasi

    Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula

    5 Okt 2025
  • Suasana gembira menyelimuti Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing, menarik perhatian ribuan pengunjung, termasuk para guiqiao, dengan ragam budaya dan kuliner.
    beijing china

    Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara

    20 Agu 2025
  • Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) fokus pada Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian untuk menjadi penopang pangan IKN. Bagaimana strategi mereka meningkatkan produksi padi?
    ekonomi kukar

    Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!

    20 Agu 2025
  • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomitmen menjadi pusat pengembangan gagasan pendidikan humanis, mengusung Kurikulum Berbasis Cinta untuk melahirkan generasi berkarakter dan damai.
    generasi berkarakter

    UIN Jakarta Usung Kurikulum Berbasis Cinta: Fondasi Generasi Penuh Kasih Sayang dan Toleransi

    20 Agu 2025
  • DPRD Ambon menggelar program Parlemen Muda, mengenalkan politik kepada pelajar SD dan SMP. Program ini bertujuan membuka wawasan dan menumbuhkan kesadaran politik dini.
    ambon maju

    Tahukah Anda? DPRD Ambon Kenalkan Dunia Politik Lewat Program Parlemen Muda untuk Pelajar

    20 Agu 2025
ADVERTISEMENT
Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

  • Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Premanisme di Tambora Jakarta Barat

    cctv 16 Agu 2025
  • Viral Mengamen hingga Tengah Malam, Dinsos DKI Lakukan Penertiban Pengamen Anak Secara Persuasif

    Dinsos DKI 12 Agu 2025
  • Bikin Heboh! Wakil Menteri Ketenagakerjaan Tampil dengan Kaus One Piece Dukung Buruh Mogok, Simbol Perlawanan Ketidakadilan?

    Bendera Bajak Laut 8 Agu 2025
  • Viral Minta Rp100 Ribu, Juru Parkir Liar Tanah Abang Ditangkap Polisi

    hukum 30 Jul 2025
  • Kurang dari 24 Jam! Polisi Tangkap Dua Pencuri Tas Kereta di Tambora, Korban Rugi Rp10 Juta

    cctv 29 Jul 2025
logo
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap
  • Kapanlagi.com
  • Otosia
  • Liputan6
  • Fimela
  • Bola.net
  • Brilio
  • Bola.com
  • Merdeka
Connect with us

Copyright © 2026 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.