Dishub Bantul Siapkan 8 Pos Pantau Arus Lalu Lintas di Kawasan Wisata Lebaran
Menjelang libur Lebaran, Dishub Bantul siapkan 8 pos pantau arus lalu lintas di kawasan wisata Parangtritis dan Mangunan untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan.

Bantul, 2 April 2024 - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersiap menghadapi lonjakan kendaraan selama libur Lebaran 1446 Hijriah. Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya di kawasan wisata, Dishub Bantul telah menyiapkan delapan pos pantau yang tersebar di berbagai titik strategis. Langkah antisipasi ini dilakukan untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang mungkin terjadi.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, menjelaskan bahwa penempatan pos pantau ini didasarkan pada perkiraan titik-titik rawan kemacetan. "Pos-pos tersebut akan beroperasi selama periode libur Lebaran," ujar Singgih dalam keterangannya di Bantul, Rabu (2/4).
Sebanyak 50 personel Dishub akan diterjunkan untuk bertugas di pos-pos pantau tersebut. Mereka akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.
Pos Pantau di Kawasan Wisata Parangtritis dan Mangunan
Empat pos pantau arus lalu lintas akan ditempatkan di sekitar kawasan wisata Pantai Parangtritis. Lokasi pos-pos tersebut meliputi TPR Parangtritis, Hotel Gandung, Hotel Wardani, dan simpang empat Pantai Depok. Keempat titik ini dipilih karena merupakan jalur utama menuju Pantai Parangtritis yang seringkali mengalami kepadatan kendaraan, terutama saat musim liburan.
Sementara itu, empat pos pantau lainnya akan didirikan di kawasan wisata perbukitan Desa Wisata Mangunan. Keempat pos tersebut berlokasi di Puncak Becici, simpang empat Terong, Cinomati (perbatasan Pleret-Dlingo), dan simpang tiga Mangunan. Kawasan Mangunan juga menjadi destinasi wisata favorit yang diprediksi akan ramai dikunjungi selama libur Lebaran.
"Kami telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet," tambah Singgih. "Misalnya, di jalur menuju Pantai Parangtritis, akan dilakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Sedangkan untuk jalur keluar, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Lintas Selatan (JJLS)."
Rekayasa Lalu Lintas dan Koordinasi dengan Kepolisian
Di kawasan Mangunan, Dishub Bantul akan memberlakukan pengaturan khusus untuk bus wisata. Bus-bus wisata akan diarahkan melalui jalur alternatif menuju Patuk, Gunungkidul, dan diperbolehkan hingga ke Watu Goyang Bantul. Setelah itu, bus wisata akan diminta untuk putar balik. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kemacetan di jalur utama kawasan Mangunan.
Selain penempatan pos pantau dan rekayasa lalu lintas, Dishub Bantul juga telah menambah rambu-rambu dan petunjuk arah di jalur wisata dan jalur mudik Lebaran. Hal ini diharapkan dapat membantu para pengendara untuk lebih mudah menemukan jalan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Singgih menambahkan, Dishub Bantul akan berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli rutin dan penegakan aturan lalu lintas. "Dalam Operasi Ketupat Progo yang berlangsung hingga 8 April 2025, terdapat tim gabungan sejumlah 336 personel yang disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan wisata," jelasnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Dishub Bantul optimistis dapat menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas selama libur Lebaran di kawasan wisata Bantul. Semoga langkah-langkah ini dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bantul.