Dishub Bantul Siapkan 12 Pos Pantau Arus Mudik Lebaran 2025
Dinas Perhubungan Bantul mendirikan 12 pos pantau arus mudik Lebaran 2025 di jalur utama dan wisata untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan hingga 726.370 unit.

Bantul, 26 Maret 2024 - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menghadapi lonjakan arus mudik. Dishub Bantul telah mendirikan posko pemantauan di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran 2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang signifikan selama periode tersebut.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, mengumumkan bahwa empat pos pantau utama akan didirikan di lokasi-lokasi yang menjadi jalur utama arus mudik. Keempat lokasi tersebut adalah Bundaran Srandakan, Piyungan, Simpang Tiga Klangon Sedayu, dan Simpang Empat Druwo (ring road). Pos-pos tersebut akan beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Selain empat pos utama tersebut, Dishub Bantul juga akan mendirikan Pos Induk Pemantauan di Pasar Seni Gabusan, Jalan Parangtritis. Pos Induk ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan komunikasi untuk seluruh pos pantau yang tersebar di wilayah Bantul. Hal ini menunjukkan kesiapan Dishub Bantul dalam menghadapi potensi kepadatan lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
Pos Pantau di Jalur Wisata
Antisipasi Dishub Bantul tidak hanya terfokus pada jalur utama, namun juga mencakup jalur-jalur wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan pasca Lebaran. Singgih Riyadi menjelaskan bahwa setelah Lebaran, akan ada tambahan delapan pos pantau di jalur-jalur wisata populer di Bantul. Hal ini didasarkan pada prediksi peningkatan jumlah wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata pantai dan perbukitan di Bantul.
Delapan pos pantau tambahan tersebut akan berlokasi di TPR Parangtritis, Hotel Gandung, Hotel Wardani, Puncak Becici, Simpang Empat Terong, Cinomati, Simpang Empat Depok, dan Simpang Tiga Mangunan. Penambahan pos pantau ini menunjukkan komitmen Dishub Bantul dalam memastikan kelancaran lalu lintas di semua area, baik jalur utama maupun jalur wisata.
Singgih menambahkan bahwa penambahan posko di jalur wisata ini untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata di Bantul setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Prediksi ini didasarkan pada kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata.
"Setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga, diperkirakan masyarakat dan keluarga merayakan liburan dengan berkunjung ke objek wisata tersebut, baik menuju kawasan pantai selatan maupun wisata perbukitan Mangunan Dlingo," kata Singgih Riyadi.
Personel dan Prediksi Volume Kendaraan
Dishub Bantul telah menyiapkan sekitar 50 personel untuk bertugas di pos-pos pantau tersebut. Personel ini akan bertugas untuk mengamankan jalur-jalur rawan macet dan kecelakaan, terutama di jalur menuju objek wisata Parangtritis dan Mangunan. Keseluruhan personel ini diharapkan mampu menangani potensi kepadatan lalu lintas dan memastikan keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Dishub Bantul memprediksi jumlah kendaraan yang akan masuk wilayah Bantul selama periode libur Lebaran 2025 mencapai 726.370 unit. Dengan asumsi rata-rata satu kendaraan berpenumpang tiga orang, maka diperkirakan akan ada sekitar 2 juta orang yang akan melakukan mobilitas di wilayah Bantul selama periode tersebut. Angka ini menunjukkan besarnya tantangan yang akan dihadapi oleh Dishub Bantul dalam mengatur lalu lintas selama periode tersebut.
Dengan total 12 pos pantau yang tersebar di jalur utama dan wisata, serta dukungan 50 personel, Dishub Bantul berupaya maksimal untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 di Kabupaten Bantul. Semoga upaya ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Bantul.