DPRD Palembang Peta Wilayah Rawan Narkoba, Kerja Sama dengan Polrestabes Diperkuat
DPRD Palembang bersama Polrestabes Palembang memberantas peredaran narkoba di Kota Palembang, khususnya di wilayah Kertapati dan Seberang Ulu II yang menjadi area rawan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Sumatera Selatan, berkolaborasi dengan Polrestabes Palembang dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Kota Palembang. Langkah ini diambil merespon keluhan warga terkait maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di beberapa wilayah. Ketua DPRD Kota Palembang, Ali Subri, mengungkapkan bahwa pemetaan wilayah rawan narkoba telah dilakukan, dengan Kecamatan Kertapati dan Seberang Ulu II menjadi fokus utama.
Berdasarkan data yang dihimpun, wilayah Kertapati dan Seberang Ulu II menerima keluhan terbanyak terkait peredaran narkoba. Bahaya narkoba yang mengancam generasi muda menjadi alasan utama intensifikasi pemberantasan ini. "Narkoba ini sangat berbahaya, dapat merusak tujuh generasi keturunan," tegas Ali Subri, menekankan urgensi pemberantasan narkoba di Kota Palembang.
Selain upaya penegakan hukum, DPRD Palembang juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari jeratan narkoba. Pencegahan dini dianggap krusial untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Palembang. Kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dianggap penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman narkoba.
Wilayah Rawan dan Strategi Penanggulangan
Polrestabes Palembang, di bawah kepemimpinan Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyatakan komitmennya dalam menangani laporan masyarakat terkait narkoba. "Semua sektor di kecamatan, kami menangani dan memberantas narkoba di Palembang," kata Kapolrestabes Palembang. Polrestabes Palembang menindak tegas setiap laporan dan informasi terkait peredaran narkoba di seluruh wilayah Kota Palembang, termasuk di Kecamatan Kertapati dan Seberang Ulu II.
Pada tahun 2024, Polrestabes Palembang telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 21,8 kilogram sabu, 988,15 gram ganja, dan 898,61 butir ekstasi. Prestasi ini menunjukkan keseriusan Polrestabes Palembang dalam memberantas peredaran narkoba. Namun, upaya pencegahan juga menjadi fokus utama, termasuk melarang kegiatan yang berpotensi memicu penyalahgunaan narkoba seperti pemutaran musik remix di tengah masyarakat.
Langkah pencegahan ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba, terutama ekstasi dan sabu. Polrestabes Palembang menyadari bahwa pencegahan merupakan langkah yang sama pentingnya dengan penindakan. Dengan strategi gabungan penindakan dan pencegahan, diharapkan peredaran narkoba di Kota Palembang dapat ditekan secara signifikan.
Upaya yang dilakukan oleh DPRD dan Polrestabes Palembang merupakan contoh sinergi yang baik antara lembaga legislatif dan penegak hukum dalam memberantas narkoba. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat Kota Palembang.
Imbauan kepada Masyarakat
Selain peran aktif pemerintah dan aparat penegak hukum, peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap informasi terkait peredaran narkoba kepada pihak berwajib. Kerja sama dan kepedulian masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas peredaran narkoba.
Pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak juga ditekankan. Orang tua diimbau untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka, memberikan pendidikan karakter yang baik, dan mengawasi pergaulan mereka agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba. Pencegahan dini di lingkungan keluarga sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Dengan adanya kerjasama yang kuat antara DPRD, Polrestabes Palembang, dan masyarakat, diharapkan Kota Palembang dapat terbebas dari ancaman bahaya narkoba. Pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi penerus bangsa.
Keberhasilan dalam memberantas narkoba di Kota Palembang tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peran aktif masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Kota Palembang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memberantas narkoba.