Polresta Bandarlampung Berhasil Ungkap 8 Kasus Narkotika, 2,4 Kg Sabu dan 202 Ekstasi Diamankan
Polresta Bandarlampung berhasil mengungkap delapan kasus peredaran narkotika dengan mengamankan 2,4 kg sabu dan 202 butir ekstasi, serta menangkap delapan tersangka.

Polresta Bandarlampung berhasil mengungkap dan membongkar jaringan peredaran narkotika dalam operasi yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2024. Delapan tersangka telah ditangkap, dan barang bukti berupa 2,4 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi berhasil diamankan. Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Bandarlampung.
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, secara resmi mengumumkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dalam sebuah ekspos yang digelar di Mapolresta Bandarlampung pada Rabu. Ia menekankan bahwa penindakan tegas terhadap para pelaku peredaran narkotika akan terus dilakukan. Selain penindakan, upaya pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas utama untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.
"Kami berhasil mengungkap delapan kasus peredaran narkotika dengan delapan tersangka," ujar Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay. Ia menambahkan, "Kami ingin sebutkan bahwa akan terus mengupayakan langkah-langkah tegas, baik itu dalam hal penegakan hukum, maupun pencegahan agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya narkotika." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Polresta Bandarlampung dalam memberantas kejahatan tersebut.
Pengungkapan Kasus dan Barang Bukti
Dalam operasi yang dilakukan, Polresta Bandarlampung berhasil menyita barang bukti yang cukup signifikan. Total 2,4 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi berhasil diamankan dari tangan para tersangka. Jumlah ini menunjukkan besarnya peredaran narkotika yang berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian. Penangkapan para tersangka dan penyitaan barang bukti menjadi bukti nyata keberhasilan Polresta Bandarlampung dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
Proses penangkapan dan pengungkapan kasus ini tentunya melibatkan berbagai tahapan investigasi dan penyelidikan yang dilakukan oleh tim kepolisian. Kerja keras dan dedikasi petugas dalam menjalankan tugasnya patut diapresiasi. Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya kerjasama antar instansi dan masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba.
Selain itu, pengungkapan kasus ini juga memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba. Penting bagi setiap individu untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Bandarlampung, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Iwan Gunawan, memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Polresta Bandarlampung dalam memberantas peredaran narkotika. Iwan Gunawan menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan kepolisian dalam upaya pencegahan dan penindakan. Ia juga berharap agar Kota Bandarlampung dapat terbebas dari bahaya narkoba di masa mendatang.
"Peran kami dalam mencegah peredaran narkoba di kota ini dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkotika," jelas Iwan Gunawan. Ia menambahkan, "Pencegahan narkotika harus dimulai sejak dini, dan diperlukan peran serta masyarakat sehingga ke depan Kota Bandarlampung terbebas dari bahaya narkoba."
Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya pencegahan dan penindakan peredaran gelap narkoba. Kerjasama yang solid antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas kejahatan ini. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Pentingnya Pencegahan dan Peran Serta Masyarakat
Sekda Iwan Gunawan juga menekankan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran gelap narkoba di Bandarlampung. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan keluarga, sekolah, dan pemerintah.
"Kita harus bersama-sama menghentikan peredaran gelap narkotika di kota ini agar anak cucu dan generasi muda bebas dari narkoba. Minimal ini dilakukan dari keluarga, sekolah serta pemerintah bersama mencegah penyalahgunaan narkotika," tegas Iwan Gunawan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari bahaya narkoba.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara Polresta Bandarlampung dan pemerintah daerah, serta peran serta aktif dari masyarakat, diharapkan Kota Bandarlampung dapat terbebas dari ancaman peredaran gelap narkoba. Upaya pencegahan dan penindakan yang konsisten akan memberikan dampak positif bagi generasi muda dan masa depan Kota Bandarlampung.