Festival Hutan Bakau Waropen: Papua Bidik Peningkatan Ekonomi Pariwisata
Kabupaten Waropen, Papua, akan menggelar Festival Hutan Bakau pada Mei 2024 untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata, memanfaatkan potensi "Negeri 1.000 Bakau".

Pemerintah Kabupaten Waropen, Papua, akan menyelenggarakan Festival Hutan Bakau pada 1 Mei 2024. Festival ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Langkah ini diambil mengingat Kabupaten Waropen dikenal sebagai "Negeri 1.000 Bakau", sebuah potensi alam yang selama ini belum dieksplorasi secara maksimal.
Bupati Waropen, FX Motte, menjelaskan bahwa program 100 hari kerjanya berfokus pada peningkatan sektor pariwisata. Salah satu langkah konkritnya adalah pelatihan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan bakau. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dan melibatkan mereka secara aktif dalam pengembangan pariwisata berbasis alam.
Dengan lebih dari 100 kampung yang terletak di sekitar hutan bakau, Kabupaten Waropen memiliki potensi wisata yang sangat besar. Potensi ini tidak hanya terbatas pada hutan bakau, tetapi juga mencakup objek wisata lain seperti Pulau Nau, yang diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival Hutan Bakau diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka akses dan mempromosikan keindahan alam Waropen kepada dunia.
Potensi Pariwisata dan Pengembangan Masyarakat
Festival Hutan Bakau bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pengembangan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Waropen menyadari pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata. Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan wisata berkelanjutan hingga keahlian dalam melayani wisatawan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Bupati Motte menekankan bahwa pengembangan pariwisata di Waropen akan dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian hutan bakau dan ekosistemnya, yang merupakan aset berharga bagi Kabupaten Waropen.
Selain itu, pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi wisatawan dan meningkatkan kenyamanan selama berada di Waropen.
Dukungan Pemerintah Provinsi Papua
Pemerintah Provinsi Papua, melalui Penjabat Gubernur Ramses Limbong, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Waropen. Provinsi Papua melihat potensi besar sektor pariwisata di sembilan kabupaten/kota, termasuk Waropen, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Gubernur Limbong, banyak kabupaten/kota di Papua yang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, namun belum digarap secara maksimal. Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong pengembangan pariwisata secara terencana dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal dan memperhatikan aspek lingkungan.
Dukungan dari pemerintah provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan sektor pariwisata di Waropen dan membantu mewujudkan visi "Negeri 1.000 Bakau" sebagai destinasi wisata unggulan di Papua. Kerjasama antara pemerintah kabupaten dan provinsi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan potensi pariwisata secara berkelanjutan.
Festival Hutan Bakau diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Waropen kepada dunia dan menarik minat investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Waropen berpotensi menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.