Gempa Myanmar-Thailand: Kemlu Pastikan Belum Ada WNI yang Terdampak
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan hingga kini belum ada laporan WNI yang menjadi korban gempa magnitudo 7,7 di Myanmar dan Thailand.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat, 24 Maret 2023 pukul 13.00 waktu setempat. Gempa tersebut juga terasa hingga ke wilayah tengah dan utara Thailand, termasuk Bangkok. Pusat gempa berada 13 km di utara-barat laut Kota Sagaing, Myanmar. Namun, hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak bencana tersebut.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon dan Bangkok untuk memastikan keselamatan WNI di kedua negara. Koordinasi dilakukan melalui komunikasi langsung dengan komunitas Indonesia di Myanmar dan Thailand. Hasilnya, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban WNI akibat gempa tersebut, baik di Myanmar maupun Thailand.
Meskipun belum ada laporan korban, Kemlu RI tetap siaga. KBRI Yangon secara aktif memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta komunitas WNI untuk mengidentifikasi potensi dampak gempa terhadap warga negara Indonesia. KBRI juga telah menerima laporan dari WNI di Mandalay, salah satu kota yang terdampak cukup parah, yang menyatakan bahwa mereka dalam kondisi baik.
Situasi WNI di Myanmar dan Thailand
Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat sekitar 250 WNI yang tercatat berada di Myanmar. Sementara itu, jumlah WNI yang menetap di Thailand tercatat sebanyak 2.379 orang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai WNI di Thailand yang terdampak gempa. KBRI Yangon dan KBRI Bangkok terus melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada WNI untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
KBRI Yangon dan KBRI Bangkok telah menyediakan nomor hotline untuk WNI yang membutuhkan bantuan darurat. WNI di Myanmar dapat menghubungi hotline KBRI Yangon di +9595037055, sedangkan WNI di Thailand dapat menghubungi hotline KBRI Bangkok di +65929031103. Imbauan kewaspadaan ini penting mengingat potensi gempa susulan dan dampak kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah.
Di Myanmar, gempa dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur di Mandalay, termasuk runtuhnya Old Sagaing Bridge yang memutus akses antara Mandalay dan Sagaing. Otoritas Myanmar telah menetapkan status darurat bencana. Di Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra telah menetapkan Bangkok sebagai zona darurat dan memerintahkan mobilisasi operasi tanggap bencana.
Langkah Antisipasi dan Imbauan
Kemlu RI menekankan pentingnya kewaspadaan bagi WNI yang berada di Myanmar dan Thailand. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, potensi gempa susulan dan dampak kerusakan infrastruktur tetap menjadi perhatian serius. KBRI di kedua negara terus berupaya melakukan pemantauan dan memberikan dukungan kepada WNI yang membutuhkan.
Bagi WNI yang berada di wilayah terdampak, disarankan untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat dan selalu waspada terhadap potensi bahaya. Jangan ragu untuk menghubungi hotline KBRI jika menghadapi keadaan darurat. Koordinasi dan komunikasi yang efektif antara Kemlu RI, KBRI, dan komunitas WNI sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh WNI di Myanmar dan Thailand.
Kemlu RI akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada publik. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs web resmi Kemlu RI dan media sosial resmi Kemlu RI.