Gubernur Lemhannas Tekankan Pentingnya Etika untuk Ketahanan Bangsa
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya penguatan unsur etika dalam memanfaatkan pengetahuan dan kekayaan alam Indonesia demi ketahanan bangsa, sebagaimana disampaikan dalam peringatan Nuzulul Quran di Lemhannas.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya penguatan unsur etika dalam memanfaatkan pengetahuan dan sumber daya alam Indonesia untuk memperkokoh ketahanan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada peringatan Nuzulul Quran di Masjid Sudirman Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (20/3), sebagaimana disampaikan dalam siaran pers resmi Lemhannas pada Jumat (21/3).
Dalam pidatonya, Ace Hasan Syadzily mengingatkan pentingnya mengambil hikmah dari kisah-kisah kehancuran peradaban dalam Al-Quran. Ia mencontohkan kisah kaum Aad, Tsamud, dan Firaun yang meskipun memiliki peradaban maju, namun kehancuran mereka disebabkan oleh kesombongan dan melupakan Tuhan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk senantiasa menjaga etika dan moralitas bangsa.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas tersebut menyatakan bahwa menjaga unsur etika dapat dilakukan dengan mensyukuri anugerah kekayaan alam Indonesia. Kekayaan alam ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab untuk kemajuan negara dan kesejahteraan rakyat. "Kita harus menjaga etika kebangsaan dan memerhatikan aspek ketahanan bangsa agar tidak mengalami nasib serupa," tegas Ace, menggarisbawahi pentingnya menghindari kesalahan-kesalahan masa lalu.
Pentingnya Etika dalam Ketahanan Nasional
Ace Hasan Syadzily memaparkan bahwa esensi rasa syukur adalah dengan memanfaatkan nikmat Allah SWT untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan nasional, yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pertahanan semata, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
Dengan menekankan pentingnya etika, Lemhannas berharap seluruh jajarannya memiliki visi yang sama dalam memperkuat ketahanan bangsa. Penguatan etika ini diharapkan mampu mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan, serta memastikan pembangunan nasional berjalan sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebangsaan.
Selain itu, Ace juga berharap agar momentum Nuzulul Quran ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Lemhannas untuk senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan moral dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Implementasi Nilai-nilai Etika dan Kepedulian Sosial
Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai etika dan kepedulian sosial, dalam acara peringatan Nuzulul Quran tersebut, Lemhannas juga memberikan tali asih kepada 110 orang dhuafa dari Yayasan Al-Kamilah, Serua Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Tindakan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lemhannas untuk turut serta dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pemberian tali asih ini, menurut Ace, dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan refleksi nilai-nilai ketuhanan di bulan suci Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa Lemhannas tidak hanya fokus pada aspek ketahanan nasional secara makro, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat secara mikro.
Dengan menggabungkan aspek makro dan mikro, Lemhannas berupaya membangun ketahanan bangsa yang berkelanjutan dan berkeadilan. Hal ini menunjukkan komitmen Lemhannas dalam membangun bangsa yang kuat dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai etika dan moralitas.
Lemhannas berharap langkah-langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai etika dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Melalui kegiatan ini, Lemhannas berharap dapat menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.