Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Pemeliharaan Fasilitas Sekolah: Jiwa Kepemimpinan Guru Diuji
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya peran guru dalam menjaga fasilitas sekolah sebagai bagian dari kepemimpinan, dan mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, dalam kunjungan Safari Ramadhan 1446 H ke SMKN 1 Wera, Kabupaten Bima, pada Minggu, 23 Maret 2024, memberikan penegasan pentingnya pemeliharaan fasilitas sekolah. Beliau menghubungkan kemampuan menjaga fasilitas sekolah dengan jiwa kepemimpinan para guru dalam membimbing siswa. Peninjauan tersebut dilakukan secara tiba-tiba, sebagai bentuk evaluasi langsung terhadap kondisi sekolah.
Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan tegasnya. "Besok saya akan keliling tanpa pemberitahuan. Apabila tidak bisa menjaga dan memelihara fasilitas sekolah, maka tidak memiliki kemampuan 'leadership'," tegasnya. Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya tanggung jawab guru tidak hanya dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam menjaga aset pendidikan yang telah dibangun.
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas yang sudah ada dibandingkan terus membangun proyek baru. "Padahal dengan memelihara, 'cost-nya lebih murah,' ujarnya. Hal ini menunjukkan keprihatinan beliau terhadap efisiensi anggaran dan pentingnya menjaga aset negara yang telah dialokasikan untuk pendidikan.
Peran Guru dan Siswa dalam Pemeliharaan Sekolah
Gubernur Iqbal berharap agar peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan dan kelengkapan fasilitas sekolah ditingkatkan. Beliau menekankan pentingnya perubahan paradigma, di mana siswa tidak hanya sebagai objek, tetapi juga subjek dalam proses belajar mengajar, termasuk dalam hal pemeliharaan sekolah. "Saya minta tolong, agar apa yang sudah dibangun dipelihara dengan baik, libatkan siswa-siswi dalam pemeliharaan. Jangan siswa dianggap sebagai objek dalam proses belajar mengajar tetapi mereka juga subjek dalam proses belajar mengajar," tuturnya.
Dengan melibatkan siswa, diharapkan akan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan perawatan fasilitas sekolah. Hal ini juga akan menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Lebih jauh lagi, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa semua fasilitas sekolah yang dibangun pemerintah merupakan milik bersama, bukan hanya milik pemerintah semata. "Mari kita rawat semua yang kita punya supaya betul-betul dapat terpelihara, untuk jangka panjang," katanya. Pesan ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga aset pendidikan untuk keberlanjutan proses belajar mengajar.
Fasilitas Sekolah: Aset Bersama yang Perlu Dirawat
Pernyataan Gubernur Iqbal ini memberikan sorotan pada pentingnya pemeliharaan fasilitas sekolah sebagai bagian integral dari kualitas pendidikan. Bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal tanggung jawab bersama antara guru, siswa, dan pemerintah dalam menjaga aset pendidikan yang berharga. Dengan perawatan yang baik, fasilitas sekolah dapat bertahan lebih lama dan memberikan kenyamanan belajar bagi siswa.
Langkah Gubernur Iqbal untuk meninjau langsung kondisi sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengawasi dan memastikan pemeliharaan fasilitas sekolah berjalan dengan baik. Hal ini diharapkan dapat memotivasi para guru dan siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan kelengkapan fasilitas sekolah.
Ke depannya, diharapkan akan ada kerjasama yang lebih erat antara pemerintah, guru, dan siswa dalam menjaga dan memelihara fasilitas sekolah. Dengan demikian, kualitas pendidikan di NTB dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Melalui pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, diharapkan pemeliharaan fasilitas sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab guru saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah. Ini akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, kondusif, dan mendukung proses pembelajaran yang efektif.