Gubernur Sulbar Kecam Teror Tempo: Serangan terhadap Kebebasan Pers Tak Boleh Dibiarkan
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengecam keras aksi teror yang diterima media Tempo, menekankan pentingnya kebebasan pers bagi demokrasi dan pembangunan daerah.

Mamuju, 31 Maret 2024 - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, dengan tegas mengecam aksi teror yang dialami media Tempo di Jakarta. Insiden ini melibatkan pengiriman benda-benda yang mengancam, seperti kepala babi dan bangkai tikus, kepada redaksi Tempo. Aksi ini terjadi beberapa waktu lalu dan telah menimbulkan kecaman luas dari berbagai kalangan.
Dalam pernyataan resminya di Mamuju, Senin, Gubernur Suhardi Duka menyatakan, "Saya mengecam aksi teror yang dialami media Tempo, karena itu menghambat dan mencederai kebebasan pers dan menghambat terciptanya demokrasi yang sehat." Ia menekankan bahwa pers merupakan pilar demokrasi yang harus dilindungi oleh hukum.
Menurut Gubernur, tindakan teror seperti ini tidak dapat dibiarkan. "Kebebasan pers tidak boleh dibungkam dengan aksi teror," tegasnya. Ia menambahkan bahwa media saat ini telah menjadi kebutuhan publik dan kasus yang menimpa Tempo harus diusut tuntas agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecaman Terhadap Teror dan Dukungan Kebebasan Pers
Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmennya untuk mendukung dan memperjuangkan tegaknya kebebasan pers di Sulawesi Barat. Ia menyatakan bahwa teror terhadap media tidak akan dibiarkan terjadi di wilayahnya. "Teror terhadap media jangan dilakukan dan tidak akan dibiarkan terjadi di Sulbar, karena kebebasan pers adalah indikator demokrasi yang sehat, dan kunci suksesnya pembangunan di Sulbar," katanya.
Lebih lanjut, Gubernur berharap pers di Sulbar tetap bekerja secara profesional, objektif, dan berintegritas untuk mendukung pembangunan daerah. Ia mengajak pers untuk menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan stabil di Sulbar.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran media dalam pembangunan daerah. "Pers di Sulbar diminta menjadi mitra pemerintah untuk membangun Sulbar sebagai daerah yang ramah investasi dan stabil, untuk mendukung kemajuan pembangunan daerah, dan mewujudkan Sulbar sebagai daerah yang maju dan aman," ujarnya.
Apresiasi atas Peran Media di Sulbar
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan media di Sulbar atas kontribusi mereka dalam pemberitaan pembangunan daerah. Sulbar, menurutnya, berhasil menempati peringkat 13 secara nasional dalam hal pemberitaan pembangunan.
Prestasi ini, kata Gubernur, membuktikan adanya kolaborasi yang baik antara pers dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi daerah. "Hal tersebut membuktikan bahwa telah tercipta kolaborasi yang baik antara pers dan pemerintah mensukseskan jalannya pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi daerah," katanya.
Kesimpulannya, aksi teror terhadap media Tempo mendapat kecaman keras dari Gubernur Sulbar. Kebebasan pers ditegaskan sebagai hal yang krusial bagi demokrasi dan pembangunan daerah, dan komitmen untuk melindungi kebebasan pers di Sulbar diutarakan dengan jelas.