Harga Pangan di Bali Turun Selama Libur Lebaran 2025
Pasokan cukup dan permintaan melandai membuat harga sejumlah kebutuhan pokok di Bali, seperti daging ayam dan cabai rawit, turun selama libur Lebaran 2025.

Harga sejumlah kebutuhan pangan pokok di Bali mengalami penurunan selama periode libur Lebaran 2025. Penurunan harga ini terjadi di sejumlah pasar di Bali, seperti yang terlihat di Pasar Bendul, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hal ini disebabkan oleh pasokan yang cukup dan permintaan yang cenderung menurun setelah Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Penurunan harga ini terlihat jelas pada beberapa komoditas. Misalnya, harga daging ayam potong turun menjadi Rp38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah, meskipun masih tinggi, juga mengalami penurunan dari Rp130.000 per kilogram menjadi sekitar Rp120.000 per kilogram selama bulan Ramadhan.
Data dari sistem informasi harga pangan strategis atau Sigapura Bali juga menunjukkan tren penurunan harga yang sama di 60 pasar di seluruh Bali. Penurunan harga ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali yang dapat merasakan sedikit keringanan di tengah meningkatnya kebutuhan selama periode Lebaran.
Harga Daging Ayam dan Cabai Rawit Menurun
Saifuddin, seorang pedagang daging ayam di Pasar Bendul, menyatakan bahwa harga daging ayam potong turun karena pasokan yang cukup dan permintaan yang menurun setelah Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. "Harga daging ayam potong sekarang turun jadi Rp38 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu," katanya.
Sementara itu, Ketut Dilan, pedagang bumbu dapur, menjelaskan bahwa penurunan harga cabai rawit merah juga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang sebelumnya menyebabkan pasokan berkurang dan harga naik hingga Rp130.000 per kilogram. Kini, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp120.000 per kilogram.
Data Sigapura Bali menunjukkan rata-rata harga cabai rawit merah di 60 pasar di Bali mencapai Rp107.048 per kilogram, turun Rp1.740 dalam satu minggu terakhir. Hal ini menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan.
Harga Bawang Merah dan Telur Ayam Ras
Harga bawang merah juga mengalami penurunan, dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Sedangkan harga telur ayam ras tetap stabil, yaitu Rp2.000 per butir atau Rp53.000-Rp54.000 per kerat (30 butir). Perlu dicatat bahwa telur ayam ras di Bali dijual per butir atau per kerat, bukan per kilogram.
Kadek Emy, pedagang telur ayam ras, menjelaskan bahwa harga telur ayam ras tetap stabil dalam sepekan terakhir. Hal ini menunjukkan konsistensi harga komoditas tersebut di pasaran.
Meskipun beberapa komoditas mengalami penurunan harga, beberapa komoditas lain tetap stabil. Harga beras medium misalnya, rata-rata mencapai Rp14.341 per kilogram, sementara harga beras medium untuk stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) mencapai Rp11.905 per kilogram.
Komoditas Lain yang Stabil
Beberapa komoditas pangan lainnya menunjukkan harga yang stabil dalam sepekan terakhir. Harga daging ayam rata-rata di Bali mencapai Rp39.988 per kilogram, telur ayam ras rata-rata Rp28.104 per kilogram, gula pasir rata-rata Rp18.366 per kilogram, daging sapi has luar rata-rata Rp121.667 per kilogram, dan daging babi rata-rata Rp107.509 per kilogram.
Stabilitas harga komoditas-komoditas ini menunjukkan bahwa pasokan relatif tercukupi dan permintaan relatif stabil. Hal ini memberikan kepastian bagi konsumen dan pelaku usaha di sektor pangan.
Secara keseluruhan, tren penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok di Bali selama libur Lebaran 2025 memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pasokan yang cukup dan permintaan yang melandai menjadi faktor utama penyebab penurunan harga tersebut. Namun, beberapa komoditas tetap stabil, menunjukkan kondisi pasar yang relatif seimbang.