INDAAC Sumut 6.0: Perdaweri Tingkatkan Kompetensi Dokter Estetika Indonesia
INDAAC Sumut 6.0, yang diselenggarakan oleh Perdaweri, sukses meningkatkan kemampuan 426 dokter estetika dari berbagai wilayah Indonesia melalui pelatihan dan workshop, sekaligus mendorong penggunaan produk kecantikan dalam negeri.

Medan, 16 Februari 2024 - Persatuan Dokter Antipenuaan, Wellness, Estetik dan Regeneratif Indonesia (Perdaweri) berhasil menggelar Indonesia Anti-Aging Conference (INDAAC) Sumatera Utara (Sumut) 6.0. Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para dokter estetika di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Suksesnya INDAAC Sumut 6.0
Ketua Perdaweri Sumatera Utara, Inaldo Halim, menjelaskan bahwa INDAAC Sumut 6.0 dirancang dengan konsep modern, nyaman, dan menarik. Acara ini tidak hanya sekedar teori, tetapi juga dipadukan dengan workshop dan pelatihan praktik langsung pada pasien. Kerja sama dengan Rumah Sakit Royal Prima dan Universitas Prima Indonesia di Medan semakin memperkaya pengalaman para peserta.
Lebih dari 426 dokter dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Barat, Bali, dan lainnya, turut berpartisipasi dalam konferensi ini. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para profesional medis terhadap perkembangan ilmu kecantikan dan anti-aging.
Inaldo menambahkan, "Workshop yang kami selenggarakan mengangkat berbagai topik dan memberikan pengalaman langsung kepada dokter dalam melakukan tindakan estetika. Kegiatan ini sangat membantu para dokter agar lebih percaya diri dalam praktik sehari-hari."
Menjawab Tantangan Industri Kecantikan
INDAAC Sumut 6.0 juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri kecantikan Indonesia, khususnya terkait dominasi produk asing. Inaldo Halim mengungkapkan keprihatinannya terhadap persaingan tidak sehat di media sosial yang justru menguntungkan produk asing.
Ia menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di kalangan dokter dan pelaku industri kecantikan dalam negeri. "Perang skincare di media sosial harus dihentikan. Jika kita terpecah belah, produk asing akan semakin menguasai pasar. Kita harus bersatu untuk mendukung produk berkualitas dari dalam negeri," tegas Inaldo.
Dukungan dari IDI Medan
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, Ery Suhaimi, memberikan apresiasi terhadap INDAAC Sumut 6.0. Ia menyebut konferensi ini sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia dan animo peserta terus meningkat setiap tahunnya.
Suhaimi berharap, "Dengan tingginya antusiasme peserta serta dukungan dari berbagai pihak, INDAAC Sumut 2025 diharapkan dapat menjadi wadah edukasi dan inovasi bagi para dokter di bidang estetika, anti-aging, dan wellness di Indonesia."
Kesimpulan
INDAAC Sumut 6.0 telah berhasil menjadi platform penting bagi peningkatan kompetensi dokter estetika di Indonesia. Selain memberikan pelatihan dan workshop yang komprehensif, konferensi ini juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap produk kecantikan dalam negeri dalam menghadapi persaingan global. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kecantikan Indonesia yang lebih berkualitas dan berdaya saing.