Investor Ritel Dorong Pasar Saham RI, Kontribusi Capai 44 Persen!
Investor ritel di pasar saham Indonesia menunjukkan peran signifikan dengan kontribusi hampir 44 persen dari nilai transaksi harian, bahkan mampu menyerap aksi jual investor asing.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, baru-baru ini mengungkapkan kontribusi signifikan investor ritel terhadap pasar saham Indonesia. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, ia menyatakan bahwa investor ritel domestik telah berkontribusi hampir 44 persen dari nilai transaksi harian. Hal ini menunjukkan peran penting investor ritel dalam menjaga stabilitas dan dinamika pasar saham Indonesia.
Lebih lanjut, Jeffrey menjelaskan bahwa investor ritel domestik secara aktif melakukan aksi beli (net buy) ketika investor asing melakukan aksi jual (net sell). Keberadaan investor ritel ini menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik domestik maupun global. Peran mereka dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasar saham Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan kepercayaan investor ritel terhadap prospek pasar modal Indonesia. Meskipun terdapat volatilitas, investor ritel tetap optimis dan aktif berpartisipasi dalam pasar saham. Hal ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan dan perkembangan pasar modal Indonesia di masa depan.
Peran Penting Investor Ritel dan Harapan untuk Ke Depan
Jeffrey menekankan pentingnya peran investor domestik, baik ritel maupun institusi, untuk terus aktif berinvestasi. Ia berharap investor domestik dapat memanfaatkan momen ketika investor asing melakukan aksi jual dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian, potensi keuntungan dapat diperoleh dan pasar saham dapat tetap stabil.
“Di saat investor asing menjual ekuitas dengan harga yang cukup murah, tentu kita harapkan peran dari investor domestik, baik investor domestik retail maupun investor domestik institusi,” ujar Jeffrey. Hal ini menunjukkan harapan BEI agar investor domestik dapat semakin aktif dan berperan lebih besar dalam pasar saham Indonesia.
Lebih lanjut, Jeffrey juga menyampaikan bahwa jumlah investor pasar saham di Indonesia telah mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu 6,7 juta investor dari total 15,7 juta investor di pasar modal. Penambahan sebanyak 850 ribu investor baru sepanjang tahun ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
BEI sendiri menargetkan penambahan dua juta investor baru di pasar modal Indonesia pada tahun ini. Target tersebut menunjukkan komitmen BEI untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pasar modal dan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.
Ketahanan Pasar Saham Indonesia di Tengah Volatilitas
Jeffrey juga menyampaikan bahwa pasar saham Indonesia telah terbiasa menghadapi berbagai krisis dalam tiga dekade terakhir. Krisis ekonomi 1998, krisis ekonomi 2008 dan 2018, serta pandemi COVID-19 di tahun 2020, semuanya telah dilewati dengan baik oleh pasar saham Indonesia. Hal ini menunjukkan resiliensi dan ketahanan pasar saham Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Satu hal yang kita lihat adalah pasar modal Indonesia selalu mampu melewati itu dengan baik,” ujar Jeffrey. Pernyataan ini memberikan keyakinan bahwa pasar saham Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan mampu bertahan di tengah berbagai ketidakpastian global.
Secara keseluruhan, kontribusi investor ritel yang signifikan, ditambah dengan resiliensi pasar saham Indonesia, menunjukkan prospek yang positif untuk pasar modal Indonesia di masa mendatang. Dengan terus meningkatnya jumlah investor dan partisipasi aktif investor domestik, diharapkan pasar saham Indonesia akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.