Jalan Baru di Denpasar untuk Atasi Kemacetan: Proyek Rp5 Triliun Siap Digarap
Gubernur Bali Wayan Koster umumkan pembangunan jalan dan underpass baru di Denpasar senilai Rp5 triliun untuk mengatasi kemacetan, termasuk proyek Sunset Road-Mahendradata dan infrastruktur pendukung lainnya.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengumumkan rencana pembangunan beberapa ruas jalan baru dan underpass di Kota Denpasar untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin parah. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat memimpin upacara peringatan HUT ke-237 Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2).
Kemacetan di Denpasar, ibu kota Provinsi Bali, telah menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Denpasar. Pembangunan infrastruktur jalan baru ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang mengganggu aktivitas warga dan perekonomian daerah.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya komprehensif yang melibatkan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp5 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar.
Proyek Jalan dan Underpass Baru di Denpasar
Beberapa proyek pembangunan jalan dan underpass yang akan segera dikerjakan antara lain pembangunan jalan baru yang menghubungkan Sunset Road menuju Mahendradata. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Sunset Road yang selama ini dikenal padat. Selain itu, akan dibangun juga jalan baru yang menghubungkan Gatot Subroto Barat menuju Canggu.
Untuk mengatasi kemacetan di titik-titik tertentu, direncanakan pembangunan underpass di beberapa lokasi strategis. Underpass Amad Yani dan underpass Tohpati-Simpang Akasia menuju Simpang Padanggalak menjadi bagian dari proyek ini. Pembangunan underpass ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi lalu lintas dan mengurangi waktu tempuh perjalanan.
Selain pembangunan jalan dan underpass, Gubernur Koster juga menyebutkan rencana pembangunan gedung parkir di Sanur dan jalan shuttle dari parkir Sanur menuju Pelabuhan Sanur. Fasilitas ini bertujuan untuk mencegah kemacetan di sekitar Pelabuhan Sanur, yang seringkali terjadi pada musim ramai wisatawan.
Tidak hanya itu, Gubernur Koster juga menekankan pentingnya optimalisasi operasional bus Trans Metro Dewata. Dengan meningkatkan efektivitas layanan transportasi umum ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya dan berkontribusi pada pengurangan kemacetan.
Anggaran dan Sumber Dana
Pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi ini menelan biaya yang cukup besar, yaitu sebesar Rp5 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan kemacetan di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
Gubernur Koster optimistis bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi ini akan mampu menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali.
Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan tidak hanya mengatasi kemacetan, tetapi juga meningkatkan konektivitas antar wilayah di Bali, sehingga memudahkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
Kesimpulan
Rencana pembangunan jalan dan underpass baru di Denpasar merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan kemacetan. Dengan anggaran Rp5 triliun yang bersumber dari APBD Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali.