Jangan Kerdilkan Seni dengan Urusan Duit: Anggota DPR RI Samuel Wattimena
Anggota DPR RI Samuel Wattimena mengingatkan pentingnya menjaga nilai seni dan budaya di tengah perkembangan ekonomi kreatif, agar seni tidak hanya dilihat dari sisi nilai jualnya.

Semarang, 23 Maret 2023 (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, memberikan peringatan penting terkait dengan perkembangan kesenian dan kebudayaan di Indonesia. Beliau menekankan agar nilai seni dan budaya tidak diukur hanya dari sisi ekonomi semata. Pernyataan ini disampaikan usai bertemu dengan seniman kontemporer di Galeri Semarang, Minggu lalu.
Wattimena dengan tegas menyatakan, "Jangan selalu mengaitkan kebudayaan atau seni ini dengan ekonomi." Ia mengakui adanya sektor ekonomi kreatif yang turut mengembangkan kesenian, namun menekankan bahwa seni dan budaya memiliki nilai intrinsik yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai jualnya. "Bahwasanya ada ekonomi kreatif ini kemudian mengembangkan kesenian itu sendiri. Tapi, kesenian adalah kesenian, apalagi kebudayaan. Jadi, jangan dikerdilkan dengan dia jadi duit enggak, dia berapa harganya?" tegasnya.
Lebih lanjut, Wattimena menjelaskan pentingnya peran seni dan budaya sebagai inspirasi di berbagai sektor kehidupan, terutama di tengah perubahan zaman yang dinamis. Ia berharap pemerintah turut berperan aktif dalam mendukung perkembangan seni dan budaya tanpa intervensi yang berlebihan. "Nah, ini yang menurut saya pemerintah harus berperan serta. Ya, jangan otoriter, jangan lakukan penindasan, karena kebudayaan ini harus bergerak. Yang akhirnya akan membentuk kutub-kutubnya sendiri," ujar perancang busana tersebut.
Seni sebagai Inspirasi Kehidupan
Dalam pertemuan tersebut, Samuel Wattimena mengamati bahwa seni memberikan semangat dan inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia melihat seniman memiliki peran penting dalam memberikan semangat hidup. "Kita, orang-orang yang di bidang seni ini bisa menyumbangkan sesuatu dalam hal spirit. Pak Chris (pemilik Galeri Semarang, red.) bercerita jangan mengecilkan masalah kebudayaan ini hanya soal seni. Karena, kebudayaan ini jauh lebih luas," katanya. Hal senada disampaikan oleh pemilik Galeri Semarang, Chris Dharmawan.
Chris Dharmawan menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan manifestasi dari daya pikir manusia yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk karya seni. Menurutnya, banyak aspek kebudayaan yang seringkali terlupakan, seperti agama, politik, cara hidup, pakaian, bahasa, makanan, arsitektur, dan seni itu sendiri. "Jadi, banyak faktor kebudayaan yang terlupakan, misalnya ngomong soal agama, soal politik, kemudian soal cara hidup pakaian, bahasa, makanan, kemudian arsitektur, seni. Nah itu semua adalah bagian dari kebudayaan," jelasnya.
Seniman kontemporer, Rudy Murdock, turut memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa seni harus menjadi inspirasi bagi perubahan ke arah yang lebih baik. Murdock memegang teguh falsafah no art, no future. "Seni itu harus menginspirasi. Artinya, menginspirasi banyak hal, untuk membuat perubahan. Tentu saja berubah dari yang buruk menjadi yang lebih baik. Itu harapan ke depannya, memang harus, negara ini harus menjadi lebih baik," ungkap Rudy Murdock.
Melindungi Nilai Seni dan Budaya
Pernyataan para tokoh tersebut menyoroti pentingnya menjaga nilai luhur seni dan budaya Indonesia. Bukan hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan penggerak perubahan sosial. Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan yang tepat tanpa mengerdilkan nilai-nilai intrinsik yang terkandung di dalamnya. Perlu adanya keseimbangan antara pengembangan ekonomi kreatif dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah ada.
Kesimpulannya, pernyataan Samuel Wattimena dan para seniman tersebut mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi dan nilai budaya. Seni dan budaya bukanlah sekadar komoditas, melainkan aset berharga yang perlu dilindungi dan dihargai untuk generasi mendatang. Peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan perkembangan seni dan budaya Indonesia.