Jokowi Shalat Idul Fitri di Solo, Ucapkan Selamat Lebaran dan Tegaskan Tak Gelar “Open House”
Presiden Jokowi menunaikan Shalat Idul Fitri di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, dan menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, seraya menegaskan tidak akan menggelar “open house”.

Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), beserta Ibu Iriana, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1444 Hijriah di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Senin pagi, 24 April 2023. Kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana sekitar pukul 06.00 WIB disambut hangat oleh para jamaah yang telah hadir lebih dulu. Presiden Jokowi yang tampak mengenakan baju koko putih langsung menyapa dan bersalaman dengan para jamaah yang hadir.
Usai menunaikan shalat Id, Presiden Jokowi kembali menyapa dan bersalaman dengan para jamaah. Kesempatan ini digunakan beliau untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa begitu kental di Graha Saba Buana pagi itu.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan pesan permohonan maaf. “Pertama-tama saya dan Bu Jokowi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin kepada semuanya,” ujar Presiden Jokowi.
Kegiatan Lebaran Jokowi di Solo
Ketika ditanya mengenai rencana kegiatannya selama hari pertama Lebaran, Presiden Jokowi dengan singkat menjawab bahwa dirinya akan tetap berada di Solo. “Ya di sini saja, di Solo,” katanya. Hal ini menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan Presiden Jokowi dengan masyarakat Solo, kota kelahirannya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa dirinya tidak akan menggelar “Open House” atau kegiatan silaturahmi terbuka di kediamannya. Meskipun demikian, beliau tetap terbuka menerima tamu yang ingin berkunjung. Keputusan ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi lebih memilih untuk merayakan Idul Fitri secara sederhana dan khusyuk bersama keluarga.
Tradisi sederhana ini mencerminkan pribadi Presiden Jokowi yang dikenal dekat dengan rakyatnya. Kehadirannya di Graha Saba Buana bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Solo dan sekitarnya.
Tradisi Lebaran Sederhana
Keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menggelar “open house” menunjukkan kesederhanaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, di mana Presiden Jokowi seringkali menerima tamu di kediamannya. Namun, perubahan ini tidak mengurangi makna dari perayaan Idul Fitri itu sendiri.
Hal ini juga menunjukkan bahwa Presiden Jokowi ingin menghabiskan momen Lebaran bersama keluarga dan kerabat dekat. Prioritas untuk kebersamaan keluarga menjadi hal yang utama di tengah kesibukan sebagai pemimpin negara. Meskipun tidak ada “open house”, tetap tercipta suasana hangat dan penuh makna dalam perayaan Idul Fitri tahun ini.
Dengan demikian, perayaan Idul Fitri Presiden Jokowi di Solo menjadi contoh sederhana namun bermakna bagi masyarakat Indonesia. Kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat menjadi ciri khas yang selalu ditunjukkan oleh Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga menyampaikan pesan penting terkait makna Idul Fitri, yaitu saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Hal ini sejalan dengan semangat Idul Fitri yang mengajak umat muslim untuk membersihkan diri dari dosa dan memperbaharui niat untuk menjadi lebih baik.
Meskipun sederhana, perayaan Idul Fitri Presiden Jokowi di Solo tetap menjadi sorotan publik. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias dan peduli dengan kegiatan pemimpinnya.