Kebakaran Pondok Bambu: Warga Sempat Berupaya Padamkan Api, Belasan Rumah Terdampak
Kebakaran di Jalan Tegal Amba, Pondok Bambu, Jakarta Timur menghanguskan belasan rumah; warga sempat berupaya memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Tegal Amba, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat sore (28/2). Peristiwa ini mengakibatkan belasan rumah warga hangus terbakar. Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil karena api cepat membesar.
Sekitar pukul 17.55 WIB, warga sekitar melihat api muncul dari salah satu rumah di seberang jalan. Lili (47), salah satu korban kebakaran, menceritakan bahwa saat itu ia baru pulang kerja dan duduk di depan rumahnya ketika mendengar teriakan kebakaran. Melihat api yang semakin membesar, ia dan warga lain langsung berinisiatif memadamkan api menggunakan ember berisi air. "Dari seberang kan api sudah kelihatan, nah warga udah mencoba padamkan api pakai air di ember, semua warga ikut tapi tetap ga bisa, ga mempan udah keburu besar apinya. Ada belasan rumah," ungkap Lili.
Upaya warga untuk memadamkan api berlangsung sekitar 30 menit, namun api terus berkobar dan cepat merambat ke rumah-rumah lainnya. Melihat api yang tak terkendali, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pos pemadam kebakaran. Lili dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri dan membawa dokumen penting, sementara saat ini mereka mengungsi di rumah kerabat di Cipinang.
Upaya Pemadaman dan Dampak Kebakaran
Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi kejadian. Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Abdul Wahid, membenarkan informasi tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 17.55 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, satu warga dilaporkan pingsan akibat menghirup asap.
Kejadian ini menyoroti kerentanan permukiman padat penduduk terhadap kebakaran. Cepatnya api merambat dan keterbatasan peralatan pemadaman di tingkat warga menunjukkan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya akses jalan yang memadai untuk memudahkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi kejadian di permukiman padat.
Lili menambahkan, "Cepat banget merembetnya, kita udah berusaha padamin sekitar 30 menit, tapi ga bisa keburu membesar, jadi beberapa warga langsung lapor juga ke pos pemadam kebakaran." Ia juga menjelaskan bahwa dirinya langsung menyelamatkan diri bersama istri dan kedua anaknya, membawa semua berkas penting dan mengungsi ke rumah orang tuanya di Cipinang.
Kronologi dan Penanganan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran bermula dari salah satu rumah warga di Jalan Tegal Amba. Api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api setelah berjibaku selama beberapa waktu. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Proses evakuasi warga berjalan lancar, berkat kerja sama warga dan petugas pemadam kebakaran. Meskipun banyak harta benda yang hangus terbakar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pemerintah setempat telah memberikan bantuan sementara kepada para korban kebakaran, berupa tempat tinggal sementara dan kebutuhan pokok.
Kejadian kebakaran ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Upaya pencegahan kebakaran di permukiman padat penduduk akan ditingkatkan, termasuk melalui sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada warga.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali api. Proses penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti dan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Meskipun upaya warga untuk memadamkan api patut diapresiasi, kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respon cepat dari petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi peristiwa kebakaran, terutama di daerah permukiman padat penduduk.