Kerusuhan di Kantor Satpol PP Padang: Polisi Redam Aksi Pedagang
Kerusuhan terjadi di Kantor Satpol PP Padang Minggu malam (2/2) akibat penertiban pedagang di Jalan Permindo, polisi berhasil meredakan situasi dan mengamankan lokasi.

Polisi Kota Padang berhasil meredakan kerusuhan di Kantor Satpol PP Kota Padang pada Minggu malam, 2 Februari 2024. Kerusuhan ini dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah pedagang kaki lima di Jalan Permindo pasca penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kejadian bermula dari penertiban pedagang di Jalan Permindo yang menyebabkan gesekan antara petugas Satpol PP dan para pedagang. Ketidakpuasan ini kemudian berujung pada aksi demonstrasi yang tidak terkendali. Puluhan pedagang mendatangi kantor Satpol PP secara tiba-tiba dan melakukan aksi demonstrasi yang disertai dengan pelemparan batu.
Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, membenarkan adanya kerusuhan tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polresta Padang untuk meredakan situasi. "Memang sempat terjadi kerusuhan dan kami langsung berkoordinasi dengan Polresta Padang serta instansi samping," ujar Chandra.
Kapolresta Padang, melalui Kasat Reskrim AKP M. Yasin, menjelaskan bahwa jajarannya segera merespon laporan kerusuhan tersebut. Tindakan cepat dilakukan untuk mencegah meluasnya kerusuhan dan meminimalisir dampak yang lebih besar. Polisi pun terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa.
"Penanganan segera dilakukan agar kerusuhan yang sudah terjadi tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi para pihak," jelas AKP M. Yasin. Situasi berhasil diredakan setelah polisi datang ke lokasi dan membubarkan massa. Kantor Satpol PP kemudian dijaga ketat hingga pukul 03.00 WIB dini hari untuk mencegah kejadian susulan.
Tidak hanya meredakan kerusuhan di kantor Satpol PP, AKP M. Yasin juga melakukan komunikasi dengan perwakilan pedagang di Jalan Permindo untuk mencari solusi. Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP sebelumnya ternyata juga menimbulkan korban dari kedua belah pihak, baik dari pihak petugas maupun para pedagang.
Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara Satpol PP dan para pedagang dalam pelaksanaan penertiban. Diharapkan ke depannya, proses penertiban dapat dilakukan dengan lebih humanis dan memperhatikan aspek sosial ekonomi para pedagang agar kejadian serupa dapat dihindari.
Setelah kerusuhan mereda, pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Padang terus melakukan pengawasan dan komunikasi intensif untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah potensi konflik lebih lanjut.