Lagu 'Seandainya' Tono Supartono Kembali Diperkenalkan, Gandeng Andi Rianto
Dimas Supartono, anak mendiang Tono Supartono, berkolaborasi dengan Andi Rianto untuk menghidupkan kembali lagu 'Seandainya' sang ayah, dengan aransemen baru dan dibawakan oleh penyanyi-penyanyi kenamaan.

Jakarta, 18 Maret 2024 - Sebuah lagu klasik karya mendiang musisi Tono Supartono, "Seandainya," kembali diperkenalkan kepada publik. Dimas Supartono, putra mendiang, berkolaborasi dengan musisi kenamaan Andi Rianto untuk menghidupkan kembali karya sang ayah yang sempat terpendam. Kolaborasi ini menandai upaya menghormati warisan musik Tono Supartono dan memperluas jangkauan karya-karyanya.
Dimas Supartono, yang juga terlibat dalam proses produksi dan aransemen, mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan jejak sang ayah di industri musik Indonesia. Ia ingin berkontribusi besar dalam memperkenalkan lagu "Seandainya" kepada generasi baru penikmat musik Tanah Air. Langkah ini bukan sekadar nostalgia, melainkan komitmen untuk melestarikan karya berharga mendiang ayahnya.
Lagu "Seandainya," yang merupakan hasil kolaborasi Tono Supartono dan Andi Rianto, kini dinyanyikan kembali oleh para penyanyi berbakat dari Magenta Orchestra, yaitu Ira Batti, Wisha Shofia, dan Annisa. Sentuhan magis Andi Rianto pada aransemen, khususnya dentingan piano yang indah, memberikan nuansa baru pada lagu tersebut tanpa menghilangkan esensi karya asli.
Menghidupkan Kembali 'Seandainya'
Dimas Supartono menjelaskan bahwa ia terdorong untuk melanjutkan karya ayahnya di bidang musik. "Saya hanya melanjutkan kegiatan almarhum ayah saya di bidang musik. Seperti melanjutkan menjadi produser, me-remake lagu-lagu almarhum dan dinyanyikan penyanyi yang lagi hits zaman sekarang," ungkap Dimas. Keinginan ini didasari oleh rasa hormat dan keinginan untuk berbagi karya berharga sang ayah kepada khalayak lebih luas.
Lebih lanjut, Dimas juga mengungkapkan bahwa ia pernah membantu menyelesaikan lirik beberapa lagu ayahnya, seperti "Pergilah" dan "Sang Bidadari." Pengalaman tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk menghidupkan kembali lagu "Seandainya." Ia berharap lagu ini dapat diterima dengan baik oleh pencinta musik Indonesia dan mendapatkan tempat di hati pendengar.
Proses penggarapan ulang lagu "Seandainya" ini melibatkan banyak pihak. Selain Dimas dan Andi Rianto, para penyanyi dari Magenta Orchestra juga memberikan kontribusi besar dalam menghidupkan kembali lagu ini dengan interpretasi mereka yang segar dan modern. Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam melestarikan karya musik Indonesia.
Target Distribusi dan Rencana Konser
Dimas Supartono memiliki ambisi besar untuk memperkenalkan lagu "Seandainya" secara luas. Ia menargetkan penyiaran lagu tersebut di berbagai stasiun radio di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali. Strategi ini menunjukkan komitmennya untuk menjangkau pendengar dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Dimas juga berencana untuk menggelar konser besar yang menampilkan penyanyi-penyanyi kenamaan Indonesia. Konser ini diharapkan menjadi wadah apresiasi bagi karya-karya Tono Supartono dan sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap sang maestro musik. Rencana ini menunjukkan ambisi Dimas untuk membawa karya sang ayah ke pentas musik yang lebih besar.
Kepergian Tono Supartono tiga tahun lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan pencinta musik Indonesia. Namun, melalui kolaborasi ini, karya-karyanya tetap hidup dan terus menginspirasi. "Seandainya" bukan hanya sekadar lagu, tetapi sebuah warisan berharga yang patut dijaga dan dihargai.
Dengan semangat untuk melestarikan karya sang ayah, Dimas Supartono dan Andi Rianto telah berhasil menghidupkan kembali lagu "Seandainya." Semoga lagu ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi salah satu karya musik Indonesia yang dikenang sepanjang masa.