Bulog Gelar Pasar Murah di Priangan Timur: 39,25 Ton Beras Disalurkan untuk Stabilisasi Harga Pangan
Perum Bulog Cabang Ciamis menyalurkan 39,25 ton beras dalam program Pasar Murah Bulog di Priangan Timur. Langkah ini bertujuan menjaga stabilisasi harga pangan dan ketersediaan beras di tengah masyarakat.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ciamis secara aktif menyalurkan puluhan ton beras ke berbagai wilayah di Priangan Timur. Sebanyak 39,25 ton beras telah didistribusikan melalui gerakan pasar murah yang diinisiasi oleh kepolisian. Kegiatan ini bertujuan utama untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Inisiatif ini mencakup sejumlah daerah seperti Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran, Jawa Barat. Sinergi antara Perum Bulog dan Kepolisian Republik Indonesia menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini. Pasar murah ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Dadan Irawan, menegaskan bahwa pasokan beras ini merupakan upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Dengan demikian, harga beras tetap terjangkau dan ketersediaan komoditas pokok terjaga. Masyarakat menyambut baik program yang sangat membantu ini.
Strategi Bulog Menjaga Stabilitas Harga Beras
Perum Bulog memiliki mandat penting dari pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP ini secara khusus dipasarkan dalam kegiatan pasar murah.
Dadan Irawan menjelaskan bahwa beras SPHP tersedia dalam kemasan 5 kilogram. Setiap konsumen diizinkan untuk membeli beras tersebut dengan batasan maksimal 10 kilogram. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan pemerataan distribusi pangan.
Gerakan pasar murah ini bukan hanya tentang menjual beras murah, tetapi juga tentang memastikan ketersediaan pangan. Hal ini mencegah lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran. Kehadiran Bulog di pasar menjadi penyeimbang yang vital.
Rincian Distribusi dan Antusiasme Masyarakat
Distribusi beras SPHP dari Bulog Ciamis mencakup beberapa titik di Priangan Timur. Kabupaten Garut menerima 6 ton, sementara Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan 7 ton. Kota Tasikmalaya juga memperoleh 6,75 ton beras.
Selanjutnya, Kota Banjar menerima 3,5 ton dan Kabupaten Ciamis mendapatkan 3 ton beras. Kabupaten Pangandaran menjadi daerah dengan permintaan tertinggi, mencapai 13 ton beras. Seluruh pasokan beras tersebut berhasil terjual habis kepada masyarakat.
Beras SPHP dijual dengan harga Rp55 ribu per kemasan 5 kilogram, menjadikannya sangat terjangkau. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pasar murah ini sangat tinggi. Program ini dianggap sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Ketersediaan Stok Beras dan Peran Bulog ke Depan
Perum Bulog Cabang Ciamis saat ini memiliki stok beras yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan. Tercatat ada sekitar 35 juta kilogram atau setara 35 ribu ton beras tersedia di gudang Bulog. Stok ini merupakan cadangan beras pemerintah yang strategis.
Stok cadangan beras ini siap digunakan untuk berbagai keperluan sesuai instruksi pemerintah. Ini termasuk penyaluran melalui kegiatan pasar murah, seperti yang baru saja dilakukan. Selain itu, stok ini juga dialokasikan untuk program bantuan sosial.
Ketersediaan stok yang melimpah menunjukkan kesiapan Bulog dalam menghadapi potensi gejolak harga atau kelangkaan pangan. Peran Bulog sebagai stabilisator pasokan dan harga pangan menjadi semakin krusial. Ini menjamin ketahanan pangan nasional di tingkat regional.