Lantamal IX Ambon Musnahkan 1,4 Ton Sopi Ilegal: Tekan Peredaran Miras di Ambon
Lantamal IX Ambon berhasil memusnahkan 1,4 ton minuman keras jenis sopi ilegal senilai Rp40 juta yang hendak didistribusikan di Kota Ambon, sebagai upaya menekan angka keributan akibat miras.

Ambon, 27 Februari 2024 - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon berhasil mengamankan dan memusnahkan 1,4 ton minuman keras (miras) jenis sopi ilegal di Pelabuhan Feri Hunimua, Desa Liang, Ambon. Operasi yang melibatkan tim Pomal dan Intel Lantamal IX ini berhasil menggagalkan distribusi miras tersebut ke Kota Ambon. Sopi ilegal tersebut disita dan dimusnahkan dengan cara dibuang ke laut.
Penindakan tegas ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait rencana pengiriman miras ilegal. Tim berhasil menyita miras yang dikemas dalam ratusan kantong plastik berukuran dua meter, diangkut menggunakan mobil bak terbuka dari Pulau Seram. Komandan Lantamal IX Ambon, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menekan peredaran miras di Ambon.
Pemusnahan miras ilegal ini juga didasarkan pada pelanggaran beberapa peraturan perundang-undangan. Peraturan Presiden RI nomor 74 tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, Peraturan Daerah Maluku nomor 2 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, dan Undang-Undang nomor 66 tahun 2024 yang memberikan kewenangan TNI AL sebagai penyidik tindak pidana di wilayah laut, menjadi dasar hukum dalam operasi ini.
Pengungkapan Kasus Miras Ilegal di Ambon
Sopi ilegal senilai Rp40 juta tersebut berhasil diamankan berkat informasi dan laporan dari masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran miras ilegal. Setelah dilakukan penyidikan, sopir pengantar miras mengaku hanya sebagai penerima titipan. Meskipun tergolong tindak pidana ringan, sopir tetap berada dalam pengawasan Lantamal IX dan siap memberikan keterangan jika dibutuhkan.
Komandan Lantamal IX Ambon menekankan bahwa tindakan tegas ini bertujuan untuk menekan angka keributan di Kota Ambon yang sering dipicu oleh konsumsi miras. Pemusnahan miras ilegal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat Ambon.
Brigjen TNI (Mar) Suwandi menambahkan, "Ini merupakan sumbangsih kita bersama karena sering terjadi keributan antar perorangan maupun kelompok yang kerap disebabkan oleh minuman keras." Langkah ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Ambon.
Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Miras Ilegal
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi penting kepada pihak berwenang. Kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting dalam upaya memberantas peredaran miras ilegal. Informasi dari masyarakat menjadi kunci utama dalam mengungkap dan mencegah peredaran miras ilegal di wilayah Ambon.
Dengan adanya informasi tersebut, Lantamal IX Ambon dapat bertindak cepat dan tepat dalam melakukan penyitaan dan pemusnahan miras ilegal. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Langkah-langkah pencegahan dan penindakan tegas terhadap peredaran miras ilegal akan terus dilakukan untuk menciptakan Ambon yang lebih aman dan kondusif. Diharapkan dengan adanya tindakan tegas ini, peredaran miras ilegal di Ambon dapat ditekan dan angka keributan yang dipicu oleh miras dapat berkurang.
Pemusnahan miras ilegal ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan peraturan perundang-undangan terkait pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Semoga ke depan, kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan Ambon yang lebih aman dan tertib.
Kesimpulan: Operasi pemusnahan 1,4 ton sopi ilegal di Ambon merupakan langkah signifikan dalam upaya menekan peredaran miras dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif. Kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan dalam memberantas peredaran miras ilegal.