Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Bus di Depok Jelang Mudik Lebaran 2025
Dinas Kesehatan Depok memberikan layanan kesehatan gratis bagi pengemudi bus dan pemudik di Terminal Jatijajar dan sejumlah pos pengamanan selama mudik Lebaran 2025.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, memberikan layanan kesehatan gratis kepada para pengemudi bus yang akan mengantar pemudik ke kampung halamannya menjelang Lebaran 2025. Layanan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kesehatan pemudik selama perjalanan mudik.
Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menyatakan bahwa layanan kesehatan ini diberikan di Terminal Jatijajar dan beberapa pos pengamanan lainnya. Layanan tersebut bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan pengemudi sebelum mereka memulai perjalanan panjang, memastikan mereka dalam kondisi prima dan layak mengemudi.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, nadi, pernapasan, dan gula darah. Selain itu, Dinkes Depok juga melakukan tes urine untuk memastikan para pengemudi bebas dari pengaruh narkoba. Hal ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan pengemudi yang tidak prima.
Layanan Kesehatan di Terminal dan Pos Pengamanan
Satu tim medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan pengemudi ambulans disiagakan di Posyan Terminal Jatijajar. Layanan kesehatan beroperasi dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Setelahnya, layanan dialihkan ke Puskesmas 24 jam dan rumah sakit rujukan di Depok.
Selain di Terminal Jatijajar, Dinkes Depok juga menyiagakan tenaga kesehatan di lima pos pengamanan (Pospam) lainnya, yaitu di Medan 9, Secawan Pancoran Mas, Bojongsari, Cinere, dan Bogor 8 Sukmajaya. Layanan kesehatan di pos-pos tersebut juga berlangsung selama 14 hari, tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah Lebaran.
"Kami akan melayani pemudik selama 14 hari, yaitu tujuh hari sebelum Lebaran dan tujuh hari setelahnya, sesuai dengan jadwal Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Yan dari Polres," ujar Mary Liziawati.
Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi
Selama tiga hari pemeriksaan sebelum layanan resmi dimulai, seluruh pengemudi yang diperiksa dinyatakan layak mengemudi. Ini menunjukkan komitmen Dinkes Depok dalam memastikan keselamatan para pemudik.
Layanan kesehatan di pos-pos tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengemudi bus, tetapi juga bagi pemudik yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Pemudik dapat melakukan pengecekan tekanan darah, nadi, pernapasan, dan gula darah jika diperlukan.
"Kami juga melakukan pemeriksaan urin bagi pengemudi untuk memastikan mereka bebas dari narkoba," tambah Mary Liziawati.
Imbauan kepada Pemudik dan Pengemudi
Dinkes Depok juga mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi kesehatan sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Diharapkan mereka membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan selama perjalanan.
Pengemudi bus juga diimbau untuk beristirahat setiap lima jam perjalanan untuk menjaga stamina dan konsentrasi selama mengemudi. Istirahat yang cukup sangat penting untuk mencegah kelelahan dan kecelakaan.
Bagi warga Depok yang memiliki JKN-KIS, jaminan kesehatan tersebut tetap dapat digunakan di kampung halaman di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dengan adanya layanan kesehatan gratis ini, diharapkan para pemudik dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. Dinkes Depok berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, khususnya selama musim mudik Lebaran.