Menaker RI dan Dubes Hungaria Bahas Kerja Sama Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia bertemu Duta Besar Hungaria untuk membahas peluang kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan, termasuk pelatihan vokasi, pertukaran tenaga kerja, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Jakarta, 14 Februari 2024 - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah baru-baru ini menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay. Pertemuan penting ini difokuskan pada potensi kerja sama bilateral di sektor ketenagakerjaan, menandai babak baru dalam hubungan kedua negara.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan Indonesia-Hungaria, khususnya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan melindungi pekerja migran Indonesia. Diskusi hangat berlangsung membahas berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Penguatan Pelatihan Vokasi dan Pertukaran Tenaga Kerja
Salah satu poin utama yang dibahas adalah penguatan pelatihan vokasi. Kedua pihak menyadari pentingnya peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar kerja global. Program pertukaran tenaga kerja juga menjadi topik diskusi, membuka peluang bagi peningkatan pengalaman dan pengetahuan bagi pekerja Indonesia dan Hungaria.
Menaker Ida Fauziyah menekankan pentingnya pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. "Peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia sangat krusial," ujar Menaker, "agar mereka mampu bersaing dan berkontribusi secara maksimal di pasar kerja internasional."
Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Keselamatan Kerja
Perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di Hungaria juga menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan PMI di Hungaria, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan bantuan hukum jika diperlukan. Strategi nasional keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga dibahas sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Selain itu, sistem jaminan sosial di Hungaria menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan sistem perlindungan tenaga kerja di dalam negeri. Sistem jaminan sosial yang kuat dan komprehensif dianggap penting untuk menjamin kesejahteraan pekerja dan mengurangi risiko kemiskinan.
Peluang Kerja di Sektor Jasa dan Manufaktur Hungaria
Dengan ekonomi Hungaria yang didominasi sektor jasa dan industri manufaktur, kerja sama ini diharapkan membuka peluang baru bagi tenaga kerja Indonesia. Dubes Karsay melihat potensi besar tenaga kerja Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Hungaria, yang saat ini tengah menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pengangguran.
"Tenaga kerja Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perekonomian Hungaria," kata Dubes Karsay. "Kami berharap kerja sama ini akan saling menguntungkan dan membuka peluang bagi pekerja Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional yang berharga."
Kesimpulan
Pertemuan antara Menaker Ida Fauziyah dan Dubes Lilla Karsay menandai langkah penting dalam pengembangan kerja sama ketenagakerjaan Indonesia-Hungaria. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, melindungi PMI, dan membuka peluang kerja baru bagi pekerja Indonesia di Hungaria. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini demi kesejahteraan pekerja dan kemajuan ekonomi masing-masing negara.