Menko Pangan Ajak Kepala Daerah Siaga Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran 2025
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengajak kepala daerah seluruh Indonesia untuk siaga mengantisipasi kenaikan harga komoditas menjelang Lebaran 2025 guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang pokok.

Semarang, 20 Maret 2024 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyerukan kesiapsiagaan seluruh kepala daerah di Indonesia dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pokok dan strategis menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H tahun 2025. Seruan ini disampaikan langsung oleh Menko Pangan dalam sebuah rapat di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam rapat persiapan menghadapi panen raya dan Idul Fitri 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap ketersediaan dan harga barang-barang kebutuhan pokok. "Kita sepakat, Pak Gubernur, wakil gubernur, bupati dan kepala daerah, kita sama-sama siaga, apel, memonitor ketersediaan dan harga barang pokok agar rakyat bisa menjalankan puasa, hari raya, dengan gembira," tegasnya.
Langkah antisipatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa dibebani oleh lonjakan harga yang signifikan. Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya respon cepat terhadap setiap keluhan kenaikan harga yang muncul di daerah masing-masing. "Kalau ada keluhan sedikit, maka segera akan diatasi oleh bupati, wali kota, gubernur. Semua ketersediaan yang ada harus kita berikan," tambahnya.
Siaga Hadapi Kenaikan Harga Jelang Lebaran
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa hingga saat ini harga komoditas pokok dan strategis masih terpantau stabil di seluruh Indonesia. "Alhamdulillah, sampai hari ini di seluruh Indonesia ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran, ketersediaan dan harganya stabil," ujarnya. Namun, kestabilan ini tidak serta-merta membuat pemerintah lengah. Justru, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi gejolak harga menjelang hari raya.
Pernyataan Menko Pangan ini mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga menjelang panen raya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas komoditas selain harga. "Pemerintah sudah berupaya untuk menahan supaya harga tidak turun, harganya dari Rp6.500, tetapi juga harus kita jaga kualitasnya," kata Gus Yasin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki dan membangun infrastruktur irigasi untuk optimalisasi pengairan sawah guna meningkatkan hasil panen.
Langkah Konkret Antisipasi Kenaikan Harga
Rapat koordinasi yang dilakukan di Semarang tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan pengawasan dan monitoring harga di pasar-pasar tradisional dan modern. Langkah ini melibatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan intervensi pasar jika diperlukan, misalnya melalui operasi pasar untuk memastikan ketersediaan barang pokok bagi masyarakat. Program bantuan sosial juga akan dioptimalkan untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Pemerintah juga akan terus melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memperburuk situasi.
Kesimpulan
Kesiapsiagaan pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas menjelang Lebaran 2025 merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang. Kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan upaya ini.