Maluku Intensifkan Operasi Pasar Jelang Ramadhan 2025: Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Pemerintah Provinsi Maluku gencar melakukan operasi pasar dan pasar murah untuk menstabilkan harga bahan pokok serta memastikan keterjangkauan bagi masyarakat selama Ramadhan 2025.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan 2025. Intensifikasi operasi pasar dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir akan beban ekonomi yang meningkat akibat harga kebutuhan pokok yang melambung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan melalui optimalisasi intervensi pasar. Operasi pasar dan gerakan pangan murah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi barang. Pertemuan penting dengan pemerintah kabupaten/kota di Ambon pada Kamis lalu membahas strategi pengendalian inflasi ini secara intensif.
Pemprov Maluku menyadari pentingnya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (strategi 4K) dalam menjaga stabilitas harga. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh pihak terkait menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Tujuannya jelas: memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Langkah Konkret Pemprov Maluku: Operasi Pasar dan Pasar Murah
Sebagai langkah awal, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Maluku telah menggelar pasar murah. Pasar murah ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Langkah ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
Gerakan pangan murah ini tidak hanya sekadar menyediakan barang, tetapi juga bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan stok. Pemprov Maluku berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa harus menanggung beban biaya yang terlalu tinggi.
Komoditas yang disediakan dalam pasar murah ini cukup beragam, antara lain beras 2,5 ton, gula 500 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 100 rak, bawang merah 100 kilogram, bawang putih 100 kilogram, dan terigu 500 kilogram. Semua komoditas tersebut dijual dengan harga subsidi.
Sebagai contoh, telur yang biasanya dijual dengan harga Rp65.000 per rak, dijual dengan harga Rp60.000 per rak di pasar murah. Bawang merah yang harganya mencapai Rp40.000 per kilogram di pasaran, dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram. Bawang putih juga mendapatkan subsidi harga, dari Rp47.000 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram.
Keterlibatan Aparat Penegak Hukum
Untuk memastikan keberhasilan operasi pasar dan mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat, seperti penimbunan dan spekulasi harga, Pemprov Maluku juga melibatkan aparat penegak hukum. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang sehat dan adil bagi seluruh masyarakat Maluku.
Dengan melibatkan aparat penegak hukum, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan secara tidak wajar. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Maluku ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi masyarakat dari potensi gejolak harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Harapannya, upaya ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari raya.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan koordinasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga dan masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan damai.