Mentan Ajak Pemuda Garap Pertanian: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan RI
Menteri Pertanian mengajak pemuda Indonesia untuk terjun ke sektor pertanian demi mencapai swasembada dan kedaulatan pangan, bahkan berpotensi menjadi konglomerat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan kepada Pemuda Tani Indonesia untuk berperan aktif dalam sektor pertanian. Seruan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Ke-II sekaligus HUT Pemuda Tani Indonesia di Jakarta pada Rabu, 26 Februari. Tujuannya? Mencapai swasembada dan kedaulatan pangan bagi Indonesia. Mentan yakin, jika anak muda bergerak bersama, Indonesia bisa menjadi negara adidaya di sektor pangan dalam waktu 10 tahun.
Dalam rapat tersebut, Mentan menekankan pentingnya optimisme dalam kebangkitan pertanian Indonesia, terutama melalui peran generasi muda. Ia melihat potensi besar dalam sektor pertanian, bahkan menyebutnya sebagai jalan menuju kesuksesan finansial. "Optimisme kebangkitan pertanian Indonesia harus terus dijaga terutama melalui generasi muda," kata Mentan. Lebih lanjut, ia menyatakan, "Mau sukses? Mulailah dari mimpi besar, kemudian konsisten dan jangan lupa untuk menekuni. Kalau mau jadi konglomerat masuk pertanian karena peluang ekonomi di sektor pertanian sangatlah besar dan terbuka lebar."
Pernyataan Mentan ini didasari pada keyakinan bahwa keberhasilan kepemimpinan di berbagai negara selalu bergantung pada kebijakan yang pro-petani dan sektor pangan. Ia mencontohkan perhatian Presiden terhadap sektor pertanian dengan peningkatan volume pupuk, pembagian benih gratis, perbaikan irigasi, dan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga tengah gencar menjalankan program strategis nasional seperti cetak sawah dan optimasi lahan untuk mencapai swasembada pangan.
Dorongan untuk Pemuda Tani Menuju Kedaulatan Pangan
Mentan Amran Sulaiman juga menyampaikan optimismenya terhadap stok beras nasional menjelang Ramadhan yang mencapai 2 juta ton. Pemerintah bahkan berambisi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat dalam mendukung sektor pertanian dan mendorong partisipasi generasi muda.
Program-program pemerintah yang mendukung sektor pertanian diharapkan dapat menarik minat pemuda untuk berkarir di bidang ini. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen dari para pemuda tani, Indonesia diharapkan dapat mencapai kedaulatan pangannya.
Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budi Satrio Djiwandono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Mentan terhadap pemuda tani. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan produksi pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. "Dengan langkah ini, diharapkan Pemuda Tani Indonesia dapat berperan lebih efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian nasional," ujar Budi.
Strategi Pemerintah dalam Mewujudkan Swasembada Pangan
Pemerintah Indonesia telah dan terus berupaya mewujudkan swasembada pangan melalui berbagai strategi. Beberapa di antaranya adalah:
- Peningkatan volume pupuk hingga 100 persen.
- Pembagian benih secara gratis kepada petani.
- Perbaikan infrastruktur irigasi.
- Kenaikan HPP gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram.
- Program cetak sawah.
- Optimasi lahan pertanian.
Strategi-strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung terciptanya kedaulatan pangan di Indonesia. Partisipasi aktif pemuda tani dalam program-program ini sangatlah penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan komitmen dari pemerintah dan peran aktif pemuda tani, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada dan kedaulatan pangan. Sektor pertanian tidak hanya menjanjikan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi yang besar bagi generasi muda.