Mentan Ajak PPL Jateng-DIY Percepat Swasembada Pangan, Beri Insentif Motor Dinas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk meningkatkan produktivitas pertanian demi mencapai swasembada pangan, dengan janji penghargaan berupa motor dinas.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan percepatan swasembada pangan di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan langsung kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Jawa Tengah dan Yogyakarta. Langkah ini merupakan upaya untuk memenuhi target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Mentan menekankan pentingnya peningkatan produktivitas, indeks pertanaman (IP), dan luas tambah tanam (LTT) sebagai kunci utama keberhasilan.
Dalam dialog dengan PPL di Magelang, Selasa, Mentan memaparkan strategi untuk mencapai swasembada pangan. Ia menekankan pentingnya peran PPL dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ketiga langkah yang disebutkannya, yaitu peningkatan produktivitas, IP, dan LTT, terbukti efektif dalam mencapai swasembada pangan pada tahun-tahun sebelumnya. Mentan sendiri merupakan alumni PPL, pengalamannya selama 15 tahun di sektor pertanian menjadi bekal penting dalam kepemimpinannya.
Mentan Amran Sulaiman, yang pernah menjadi PPL pada tahun 1995, berbagi kisahnya yang penuh perjuangan. Ia melewati seleksi ketat dari 7.000 pelamar hingga terpilih menjadi satu-satunya yang berhasil. Pengalaman ini menjadi dasar bagi komitmennya untuk mendukung dan menghargai para PPL. Ia bahkan berjanji akan memberikan penghargaan berupa motor dinas kepada 10.000 PPL berprestasi yang berhasil meningkatkan produksi pertanian. Penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kinerja para PPL dalam menjalankan tugasnya.
Dorongan dan Apresiasi untuk PPL
Mentan menekankan pentingnya peran PPL sebagai garda terdepan dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menurutnya, menjadi PPL adalah sebuah berkah yang mulia, karena mereka berperan penting dalam menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia pun menceritakan pengalamannya sebagai PPL, bekerja selama 20 jam sehari dan mengunjungi 25 rumah petani setiap harinya. Dedikasi dan kerja keras inilah yang menurutnya menjadi kunci kesuksesan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para PPL, Mentan berjanji akan memberikan penghargaan berupa motor dinas kepada 10.000 PPL terbaik. Penghargaan ini ditujukan bagi mereka yang berhasil meningkatkan produksi pertanian. Mentan berharap, dengan adanya insentif ini, para PPL akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target swasembada pangan.
Lebih lanjut, Mentan juga mengingatkan pentingnya kerja keras dan tekanan dalam mencapai kesuksesan. Ia menyamakan proses menjadi berlian yang membutuhkan tekanan tinggi. Oleh karena itu, ia mendorong para PPL untuk memberikan tekanan terbaik dalam meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan LTT.
Mentan juga menyampaikan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian. Ia menyebutkan berbagai upaya pemerintah untuk mendukung sektor pertanian, seperti kenaikan harga pupuk, peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), perbaikan irigasi, dan distribusi pompa air.
Swasembada Pangan: Target Nasional
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan swasembada beras sebagai target utama yang harus dicapai dalam waktu singkat. Mentan menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai target tersebut dengan berbagai dukungan kebijakan dan program. Pertemuan di Magelang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Kepala Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti, Direktur Pengadaan Bulog, dan pejabat eselon II Kementerian Pertanian lainnya. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya mencapai swasembada pangan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya percepatan swasembada pangan di Indonesia. Peran PPL sebagai ujung tombak pembangunan pertanian sangat krusial. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komitmen dari para PPL, target swasembada pangan diharapkan dapat tercapai dengan cepat dan efektif.
Dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian juga terlihat dari berbagai kebijakan yang telah diterapkan, seperti kenaikan harga pupuk, peningkatan HPP, perbaikan irigasi, dan distribusi pompa air. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mencapai swasembada pangan nasional.