Museum Wasaka Banjarmasin: Lebih Menarik dengan Nuansa Sejarah dan Spot Swafoto
Museum Wasaka di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berbenah dengan menambah daya tarik wisata berupa spot swafoto dan koleksi baru, untuk mengenalkan sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan kepada generasi muda.

Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini semakin menarik minat pengunjung. Selain koleksi benda-benda bersejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 1945-1949, museum ini juga menghadirkan spot-spot foto menarik yang bernuansa proses penempaan dan perakitan senjata masa revolusi.
Peningkatan Daya Tarik Museum Wasaka
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel terus berupaya meningkatkan daya tarik Museum Wasaka. Museum yang menyimpan 425 koleksi, baik asli maupun replika, ini telah banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. "Kita ingin memberikan nuansa masa lalu, bagaimana para penempa dan perakit senjata bekerja untuk para pahlawan kita," jelas Arry Risfansyah, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.
Salah satu upaya peningkatan daya tarik tersebut adalah penambahan photobooth di area museum. Tidak hanya itu, museum juga menambah koleksi berupa arsip tulisan dari para pejuang dan senjata pusaka, termasuk jimat. Inovasi lain adalah pembuatan film-film pendek untuk ruang audio visual. Film-film ini dibuat menarik agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia, khususnya anak-anak, untuk memperkenalkan sejarah Museum Wasaka dan revolusi fisik Kalimantan Selatan di era digital.
Kerjasama dan Koleksi Baru
Museum Wasaka juga berkolaborasi dengan Museum Ceria dari DKI Jakarta untuk menyusun storyline yang menarik tentang museum dan koleksinya. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi sejarah kepada pengunjung. "Dengan berbagai penambahan fasilitas, koleksi, dan film, kami berharap dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Museum Wasaka," ujar Arry.
Museum Wasaka menampilkan sosok Brigjen TNI (Purn) Hasan Basry, Pahlawan Nasional Indonesia dari Kalsel, sebagai tokoh utamanya. Beliau dikenal karena perannya yang krusial dalam merepotkan pertahanan Belanda selama revolusi kemerdekaan, hingga berhasil memproklamasikan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia pada 17 Mei 1949, yang dikenal sebagai Proklamasi Kalimantan.
Menggali Sejarah Kalimantan Selatan
Museum Wasaka bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah bagi masyarakat. Dengan adanya penambahan koleksi, spot foto menarik, dan film-film edukatif, museum ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk mempelajari sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan. Penggunaan teknologi digital dalam penyampaian informasi juga menjadi langkah strategis dalam mengenalkan sejarah kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda, dengan cara yang lebih modern dan menarik.
Museum Wasaka telah membuktikan komitmennya dalam melestarikan dan menyebarkan sejarah perjuangan bangsa. Melalui berbagai inovasi dan kerjasama, museum ini terus berbenah untuk menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik dan informatif bagi semua kalangan.
Dengan adanya berbagai upaya tersebut, Museum Wasaka Banjarmasin siap menjadi destinasi wisata edukasi yang lebih menarik dan informatif, tidak hanya bagi warga Kalimantan Selatan, tetapi juga bagi wisatawan dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Museum ini menjadi bukti nyata bagaimana sejarah dapat dihidupkan kembali dan diakses oleh semua orang dengan cara yang modern dan engaging.