Operasi Lodaya 2025: 554 Pelanggaran Lalu Lintas Tercatat di Kota Bandung
Polrestabes Bandung mencatat 554 pelanggaran lalu lintas selama Operasi Keselamatan Lodaya 2025, meskipun angka kecelakaan meningkat dan tilang serta teguran menurun.

Polrestabes Bandung mencatat sebanyak 554 pelanggaran lalu lintas terjadi di Kota Bandung selama Operasi Keselamatan Lodaya yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 23 Februari 2025. Operasi yang melibatkan 178 personel kepolisian ini menunjukan hasil yang beragam, dengan penurunan angka tilang dan teguran, namun peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Wahyu Pristha Utama, memberikan keterangan resmi pada Selasa lalu di Bandung. Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan, Operasi Lodaya berjalan dengan baik. Meskipun terdapat peningkatan jumlah kecelakaan, penurunan angka tilang dan teguran menunjukkan adanya peningkatan kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat Bandung.
"Alhamdulillah (operasi) berjalan dengan baik. Kecelakaan naik dua kejadian, tilang menurun, dan teguran menurun. Kecelakaan pada 2024 jumlahnya 0, sedangkan 2025 ada dua kejadian atau naik 100 persen," ungkap AKBP Wahyu. Pernyataan ini menyoroti adanya peningkatan angka kecelakaan yang perlu menjadi perhatian serius meskipun secara keseluruhan operasi dinilai berhasil.
Rincian Pelanggaran Lalu Lintas
Mayoritas pelanggaran yang tercatat selama Operasi Lodaya 2025 merupakan pelanggaran ringan. AKBP Wahyu menyebutkan bahwa pelanggaran paling umum adalah tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran marka jalan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.
Meskipun terdapat 554 pelanggaran, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya efektivitas dari upaya preventif yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Strategi yang dijalankan tampaknya berhasil meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Pihak kepolisian menekankan pentingnya upaya preventif dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Hal ini sejalan dengan fokus utama Operasi Lodaya 2025, yaitu terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kota Bandung.
Upaya Preventif dan Fokus Kamseltibcarlantas
Dalam Operasi Lodaya 2025, Polrestabes Bandung mengedepankan pendekatan preventif. Artinya, pihak kepolisian lebih fokus pada pencegahan pelanggaran daripada penindakan semata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
Fokus utama operasi ini adalah terciptanya Kamseltibcarlantas. Dengan mengedepankan upaya preventif, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di masa mendatang. Polrestabes Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan keselamatan di jalan raya.
Operasi Lodaya 2025 juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran.
Meskipun terdapat peningkatan jumlah kecelakaan, penurunan angka pelanggaran dan teguran menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya menciptakan Kamseltibcarlantas di Kota Bandung. Polrestabes Bandung akan terus berupaya meningkatkan keamanan dan keselamatan di jalan raya melalui berbagai program dan operasi lainnya.
Data yang diperoleh selama Operasi Lodaya 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi penindakan dan pencegahan pelanggaran lalu lintas yang lebih efektif di masa mendatang. Pihak kepolisian berharap agar masyarakat dapat terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas untuk menciptakan keamanan dan keselamatan bersama di jalan raya.