Pangdam I/BB Perintahkan Usut Keributan di Tanjungpinang, Satu Personel TNI AL Tewas
Keributan di tempat hiburan malam Tanjungpinang mengakibatkan satu personel TNI AL tewas; Pangdam I/BB perintahkan pengusutan menyeluruh melibatkan Pomdam dan Pomal.

Insiden memilukan terjadi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Seorang personel TNI Angkatan Laut (AL) tewas akibat keributan di sebuah tempat hiburan malam (THM) bernama Lekko Cafe pada Minggu, 23 Februari 2024 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini melibatkan personel TNI AL dan TNI Angkatan Darat (AD), menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, merespon cepat kejadian tersebut dengan memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus ini. Perintah tegas ini bertujuan untuk mengungkap penyebab keributan dan mempertanggungjawabkan para pelaku di hadapan hukum.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel (Inf) Doddy Yudha, menyampaikan bahwa TNI AD di Tanjungpinang telah berkoordinasi dengan TNI AL untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan profesional. Langkah-langkah investigasi pun segera dilakukan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Pengusutan Kasus dan Koordinasi Antar-TNI
TNI AD telah mengambil beberapa langkah penting pasca-kejadian. Selain koordinasi dengan TNI AL, apel luar biasa digelar untuk menekankan kepada seluruh prajurit agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas. Langkah ini menunjukkan komitmen TNI untuk menjaga kedisiplinan dan mencegah eskalasi konflik.
Pomdam I/Bukit Barisan juga dikerahkan untuk berkoordinasi dengan Pomal Tanjungpinang. Kedua lembaga penegak hukum internal TNI ini akan bekerja sama dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan yang mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik keributan tersebut. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan TNI.
Proses penyelidikan dan penyidikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. Transparansi dalam proses ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap TNI.
Kronologi Kejadian dan Korban
Keributan berdarah di THM Lekko Cafe, Jalan Baru Dompak, Tanjungpinang, mengakibatkan satu personel TNI AL, Serda Jas DL, meninggal dunia. Serda Jas DL, anggota Sintel Koarmada I, mengalami luka tusuk akibat benda tajam dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Selain Serda Jas DL, dua rekannya sesama personel TNI AL juga mengalami luka-luka akibat benda tajam. Mereka adalah Sertu SE yang mengalami luka di bagian bawah ketiak sebelah kanan, dan Serda R yang mengalami luka di bagian jari tangan sebelah kiri.
Pihak TNI AD juga mengalami korban luka, yaitu Prada YHS dari Yonif 136/Tuah Sakti. Identitas dan kondisi terkini para korban luka masih dalam proses penanganan medis.
Langkah-langkah Selanjutnya
Proses investigasi yang melibatkan Pomdam dan Pomal akan menentukan langkah selanjutnya. Hasil penyelidikan akan menentukan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini dan sanksi apa yang akan dijatuhkan. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi TNI, dan diharapkan tidak akan terulang kembali di masa mendatang.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya di tempat-tempat hiburan malam. Peran serta semua pihak, termasuk pengelola THM, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif sangat diperlukan.
TNI berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan. Proses hukum akan ditegakkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat.