Pasar Murah di Gorontalo Tetap Berlanjut Usai Ramadhan, Tekan Inflasi dan Bantu Masyarakat
Wakil Gubernur Gorontalo memastikan program pasar murah bersubsidi tetap digelar pasca Ramadhan untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus membantu masyarakatnya, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok. Hal ini dibuktikan dengan keputusan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, untuk melanjutkan program pasar murah bersubsidi meskipun bulan Ramadhan telah usai. Keputusan ini diambil setelah melihat besarnya manfaat program tersebut bagi masyarakat Gorontalo.
Program pasar murah ini dinilai sangat efektif dalam menekan angka inflasi di daerah. Dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga subsidi, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Wakil Gubernur menekankan pentingnya program ini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
"Hal ini dilakukan guna untuk terus menekan angka inflasi di daerah dan paling penting bisa membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Idah Syahidah Rusli Habibie usai bazar murah di halaman Korem 133/Nani Wartabone, Kabupaten Gorontalo, Selasa. Ia menambahkan bahwa pasar murah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.
Pasar Murah: Solusi Tepat di Tengah Kenaikan Harga
Pasar murah yang digelar di berbagai lokasi di Gorontalo telah terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau sangat membantu, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mengungkapkan rasa syukurnya karena program ini dapat berjalan dengan lancar meskipun anggaran yang tersedia terbatas. "Mudah-mudahan di tengah anggaran yang dipangkas, anggaran yang sedikit ini, tetapi tetap bisa bermanfaat untuk masyarakat dengan adanya pasar murah, sesuai keinginan Pak Gubernur," ucapnya. Hal ini menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Selama bulan Ramadhan, pasar murah telah dilaksanakan di lima titik berbeda, yaitu di Limboto, Suwawa, halaman Kejaksaan Tinggi, Kecamatan Paguyaman, dan halaman Mapolda Gorontalo. Setiap lokasi menyediakan tujuh komoditi pangan dengan harga subsidi. Kegiatan pasar murah di halaman Makorem 133/NWB merupakan yang terakhir kalinya selama bulan Ramadhan.
Lanjutan Program Pasar Murah Pasca Ramadhan
Meskipun pasar murah di Makorem 133/NWB menjadi yang terakhir di bulan Ramadhan, Wakil Gubernur memastikan program ini akan berlanjut setelah Lebaran. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus membantu masyarakat dalam jangka panjang, bukan hanya bersifat sementara.
"Ini yang keenam kalinya, dan saat ini juga tepatnya di Paguat, Pohuwato, dilaksanakan pula pasar murah oleh Gubernur Gorontalo. Jadi hitungannya selama Ramadan ini yang terakhir, karena beberapa hari lagi juga kita akan menyambut hari raya Idul Fitri. Nanti kita lanjutkan lagi setelah lebaran," kata Wakil Gubernur Idah. Pernyataan ini memberikan kepastian dan harapan bagi masyarakat Gorontalo.
Wakil Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Danrem 133/NWB Brigjen TNI Hari Pahlawantoro atas fasilitas yang diberikan untuk pelaksanaan pasar murah yang dihadiri sekitar 1.500 masyarakat. Kerja sama antar lembaga pemerintah ini menunjukkan sinergi positif dalam upaya membantu masyarakat.
Keberhasilan program pasar murah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan inflasi dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok. Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, diharapkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo dapat terus meningkat.