Patra Drilling Contractor (PDC) Prioritaskan HSSE Selama Libur Lebaran 2025
PT Patra Drilling Contractor (PDC) mempertahankan komitmen keselamatan dan keamanan (HSSE) selama libur Lebaran 2025, mencatatkan prestasi gemilang dalam hal keselamatan kerja dan meraih penghargaan SUPREME.

Jakarta, 02 April 2025 (ANTARA) - PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia, tetap mengoperasikan fasilitasnya selama libur panjang Idul Fitri 1446 H. Hal ini dilakukan untuk mendukung eksplorasi dan produksi energi nasional. Meskipun libur, PDC memprioritaskan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE) dalam setiap operasionalnya.
Direktur Utama Patra Drilling Contractor, Faried Iskandar Dozyn, menyatakan bahwa perwira PDC tetap bertugas di berbagai lokasi operasi. "Perwira PDC akan senantiasa bekerja dan mendukung operasi customer dengan berlandaskan aspek-aspek HSSE untuk menciptakan kinerja unggul di seluruh area kerja kami," ujar Faried dalam siaran pers perusahaan.
Sistem dan kinerja PDC selama libur nasional ini tidak berbeda dengan hari-hari operasional biasa. PDC, sebagai mitra strategis banyak perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), menyediakan jasa penunjang industri energi, termasuk layanan operasional dan pemeliharaan, transportasi dan logistik, serta layanan makanan dan penginapan. Meskipun demikian, jumlah tenaga kerja yang bertugas selama libur Lebaran berkurang menjadi 1.165 orang.
Komitmen HSSE dan Prestasi PDC
Komitmen PDC terhadap HSSE telah membuahkan hasil yang mengesankan. Pada tahun 2024, PDC berhasil mempertahankan catatan kerja aman selama enam tahun berturut-turut (2018-2024), mencapai 37.775 juta jam kerja aman. Prestasi ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2025.
Lebih lanjut, Total Recordable Incident Rate (TRIR) PDC pada akhir tahun 2024 mencapai angka 0, jauh di bawah batas yang ditetapkan yaitu 0,20. Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi PDC dalam melaksanakan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan HSSE.
Salah satu program unggulan tersebut adalah Mandatory HSSE Culture Training yang dilaksanakan setiap bulan, baik secara daring maupun luring, diikuti oleh seluruh manajemen dan perwira PDC. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan partisipasi seluruh karyawan dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip HSSE.
Program Keselamatan dan Kualitas Operasional
Selain Mandatory HSSE Culture Training, PDC juga menerapkan berbagai program lain untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas operasional. Program-program tersebut meliputi Incident Management, Risk Management, HSSE Campaign, dan Emergency Response and Crisis Management System. Semua program ini dirancang untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan dan lingkungan sekitar.
Penerapan sistem manajemen HSSE PDC juga mendapatkan pengakuan melalui audit SUPREME (Sustainability Pertamina Expectations for HSSE Management Excellence). PDC berhasil meraih penilaian kategori hijau muda, menunjukkan bahwa seluruh proses, kunjungan lapangan, dan implementasinya telah memenuhi standar minimum dan mampu mengelola risiko operasional secara aman.
Hasil audit tersebut menunjukkan bahwa PDC telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip HSSE secara efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan komitmen PDC terhadap keselamatan dan keamanan kerja, serta kepatuhan terhadap standar industri yang berlaku.
Komitmen Berkelanjutan
Faried menegaskan komitmen PDC untuk terus meningkatkan upaya dalam memastikan aspek HSSE menjadi landasan operasi dan bisnis perusahaan. "PDC akan terus meningkatkan komitmen dan upaya untuk memastikan aspek HSSE senantiasa menjadi landasan operasi dan bisnis kami dalam mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan," tutup Faried.