PCO Imbau Seleksi Informasi Bijak di Hari Raya Idulfitri
Jelang Idulfitri, PCO mengajak masyarakat Indonesia untuk bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta melawan hoaks.

Jakarta, 02 April 2024 (ANTARA) - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Badan Komunikasi Strategis Presiden (BAKOMSTRA) atau Presidential Communication Office (PCO) menghimbau masyarakat untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai resolusi dalam menyeleksi dan menyebarkan informasi secara bijak. Hal ini disampaikan guna menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas nasional.
Deputi Bidang Informasi dan Media PCO, Noudhy Valdryno, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (2/4), menekankan pentingnya peran aktif setiap individu dalam menyaring informasi. Kemampuan untuk memilih informasi, mengecek ulang sumber, dan memastikan keakuratan informasi menjadi semakin relevan di era digital saat ini. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa semangat Idulfitri seharusnya digunakan untuk memperkuat persatuan dan solidaritas bangsa, bukan sebaliknya, seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Valdryno menjelaskan tiga ancaman utama terkait informasi yang perlu diwaspadai, yaitu misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda dan memerlukan penanganan yang tepat.
Memahami Misinformasi, Disinformasi, dan Malinformasi
Valdryno menjelaskan bahwa misinformasi adalah penyebaran informasi palsu yang disebabkan oleh ketidaktahuan, tanpa niat untuk menipu orang lain. Hal ini sering terjadi ketika seseorang menyebarkan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu. "Misalnya, seseorang membagikan informasi yang belum tentu kebenarannya tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu," jelasnya.
Berbeda dengan misinformasi, disinformasi merupakan penyebaran informasi palsu yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang yang mengetahui bahwa informasi tersebut salah. "Penyebarannya memang dilakukan dengan sengaja dan memiliki niat buruk. Jika menemukan informasi seperti ini, segera laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui aduankonten@mail.kominfo.go.id," imbuhnya.
Sementara itu, malinformasi adalah informasi yang sebenarnya benar, tetapi disampaikan dalam konteks yang salah atau pada waktu yang salah. Informasi yang benar, namun disampaikan di luar konteksnya, dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memecah belah.
Pentingnya Memilih Sumber Informasi yang Akurat
Di era digital, masyarakat dihadapkan pada berbagai platform media sosial yang memudahkan penyebaran informasi, baik benar maupun salah. Oleh karena itu, memilih sumber informasi yang terpercaya menjadi sangat penting. Valdryno menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan akun-akun resmi pemerintah sebagai verifikator informasi yang akurat dan dapat diandalkan.
Dengan mengakses informasi dari sumber resmi, masyarakat dapat terhindar dari misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pentingnya literasi digital dan kemampuan menyaring informasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital saat ini.
PCO berharap, masyarakat dapat memanfaatkan momentum Idulfitri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bijak dalam bermedia sosial dan menyebarkan informasi. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga dan terhindar dari dampak negatif penyebaran informasi yang tidak akurat.
Selain itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan informasi yang menyesatkan juga sangat penting. Dengan melaporkan informasi hoaks atau yang menyesatkan, masyarakat ikut serta dalam menjaga keakuratan informasi dan mencegah penyebaran informasi yang dapat merugikan.